KOTA (RG) – Kehadiran Terminal Dungingi, yang notabene sebagai pengganti Terminal 42 di Andalas, sebagai pusat pelayanan jasa transportasi, dari dan ke ibukota provinsi Gorontalo, seakan tidak seperti terminal besar lainnya di kota-kota besar se Indonesia. Yang begitu marak aktivitasnya, sehingga turut mendulang perekonomian masyarakat disekitarnya.
Hal ini menjadi sorotan tersendiri, bagi anggota tim dapil I Kota Gorontalo, Fikram AZ. Salilama, saat melakoni reses di kompleks Terminal Dungingi tersebut, pekan lalu. Dimana, Fikram berharap, mestinya, dengan dukungan infrastruktur dan sarana prasarana yang begitu luas dan terbuka, bisa dilakukan inovasi oleh Pemprov dan Pemkot, untuk mendulang pundi-pundi perekonomian daerah dan masyarakat disekitarnya.
“Karena, justru yang terjadi persaingan, dari sisi kenderaan resmi atau yang taat aturan masuk dan keluar terminal sesuai prosedur, dengan angkutan yang diduga liar beroperasi. Yang terlihat mengangkut penumpang di area terminal Dungingi. Sementara, dari sisi menumbuhkan perekonomian masyarakat disekitar terminal ini, belum begitu terlihat,” ungkap Fikram. “Olehnya, saya berharap, ada inovasi dari lintas koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk menghidupkan terminal Dungingi ini.
Seperti dengan membuat semacam tempat jualan souvenir atau stand UMKM, agar terminal ini jadi ramai, atau hidup. Yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan perekonomian mereka,” harap Fikram. Sementara, terkait penertiban dugaan adanya angkutan umum ilegal, Ketua Fraksi Partai Golkar di Deprov ini, berharap pemerintah daerah dan instansi terkait, serta kepolisian, untuk saling berkoordinasi dan bersinergi menerapkannya. (ayi/humas)











