Resmi, Gorut – Pohuwato Kerja Sama Perdagangan Sapi Potong Antar Provinsi

402
ADV
10
Penandatangan PKS antara Pemkab Gorut dan Pemkab Pohuwato tentang kerja sama perdagangan sapi potong yang difasilitasi NSLIC. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Pemkab Gorut) dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam bidang peternakan sapi potong telah resmi dimulai. Di mana, Kamis (11/11), bertempat di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, kedua daerah melalui Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan masing-masing, telah resmi meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disaksikan pihak pemerintah daerah masing-masing dan pemerintah Provinsi Gorontalo serta pihak NSLIC selaku pihak yang memfasilitasi kerja sama tersebut.

Sebelumnya, terkait dengan kerja sama itu, akhir Juli lalu, antara Bupati Gorut, Indra Yasin dan Bupati Pohuwato, Saiful Mbuinga telah menekan Memorandum of Understanding (MoU). Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Gorut, Suleman Lakoro yang hadir pada kesempatan itu, atas nama pemerintah Kabupaten Gorut mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi pihak NSLIC yang telah menggagas dan memfasilitasi kerja sama ini.

“Tentunya, kami dari pemerintah kabupaten Gorut berterima kasih, karena besar harapan kita semua, tentunya dalam kerja sama ini bisa mengembangkannya, tentang potensi ekonomi lokal kita di masing-masing daerah,
terutama di bidang peternakan,” kata Suleman. Soal kerja sama antar daerah, Suleman mengatakan, Kabupaten Gorut tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, saat ini, Kabupaten Gorut bersama tiga kabupaten lainnya di tiga provinsi telah melaksanakan kerja sama dalam bingkai kerja sama utara-utara.

“Kerja sama itu kita gagas sejak beberapa tahun lalu dan bidang kerja samanya itu meliputi, juga bidang peternakan, termasuk perikanan dan pariwisata. Ini telah kami gagas dalam rangka untuk tentu pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya. Dan lanjut Suleman, intervensi yang tengah dilakukan pemerintah daerah, salah satunya dengan menggelontorkan anggaran untuk mendukung kerja sama.

“Insya Allah kami juga sementara menyusun, membahas APBD tahun anggaran 2022, tentunya di sana ada anggaran yang akan digelontorkan untuk mendukung PKS ini berupa pembebasan lahan untuk dijadikan sebagai mini ranch pengembangan sapi sebelum itu pengiriman ke luar daerah atau kabupaten di provinsi Kaltim,” imbuhnya. Selanjutnya, terkait dengan potensi ternak sapi di Gorut, untuk populasi data dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

“Sebagai informasi untuk populasi ternak sapi di daerah kami di kabupaten Gorut itu tahun 2020 itu sekitar 29.163 ekor dan alhamdulillah pada tahun 2021 mengalami peningkatan 30.266 ekor. Ini satu potensi yang cukup memadai untuk bisa kita kembangkan ke depan, melalui kerja sama ini,” ungkapnya.

Bahkan, tahun 2021 ini, pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengirim atau mengeskpor sapi ke Kaltim sekitar 2.745 ekor. “Itu satu jumlah yang cukup besar menurut kami dan ini untuk ke depan bisa ditingkatkan lagi melalui kerja sama ini,” lanjut Suleman.

Dan lebih lanjut, dalam menunjang kerja sama tersebut, di Kabupaten Gorut saat ini sudah ada infrastruktur yang sementara dibangun, yakni Pelabuhan Anggrek. “Dan ke depan itu akan dikembangkan KPBU, karena ke depan direncanakan untuk menjadi pelabuhan internasional,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *