Buka Workshop PUG, Walikota Ingatkan 7 Prasyaratan Upaya Pemkot Gorontalo

382
ADV
10
Walikota Marten A. Taha saat memberikan sambutan pembukaan Workshop PUG, Makassar, Selasa (26/10, Foto Hms).

MAKASSAR (RAGORO)- Buka kegiatan workshop pengarustamaan gender (PUG) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Walikota Gorontalo Marten A. Taha ingatkan 7 (tujuh) prasyarat PUG.

Dari ketujuh prasyarat PUG tersebut kata Marten, adalah terkait dengan komitmen, kebijakan dan program, kelembagaan, sumber daya manusia, data terpilah, alat analisis dan partisipasi masyarakat.

“Ketujuh prasyarat PUG ini yang telah di upaya untuk di penuhi oleh Pemerintah Kota Gorontalo, “ujar Marten dalam sambutan, Selasa (26/10/21) kemarin, bertempat di Gammara Hotel Makassar.

Isu gender belakangan ini Marten ungkapkan, menjadi isu nasional yang harus dihadapi dengan baik. Untuk itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam mengedepankan Pengarustamaan Gender (PUG) didalam strategi pembangunan nasional.

Secara lebih sistematis agar kesetaraan dan keadilan gender dapat terwujud dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upaya itu antara lain, dengan mewujudkan kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki kedalam perencenaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari seluruh isi kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan.

Dirinya juga mengungkapkan, seni tradisonal yang bisa di kembangkan salah satunya, adalah tardisi sulam atau karawo, yang peminatnya begitu banyak.

Tetapi kata Marten, pengrajinnya sudah mulai berkurang. Demikian halnya yang bisa dikembangkan seperti bedak atau dulam, dalam bahasa daerah adalah bada’a (bedak), termasuk pada objek pemajuan kebudayaan yang termasuk didalam pengetahuan nasional.

Belajar dari pengalaman sejarah dahulu, lebih labjut Marten mengatakan, banyak anak-anak gadis yang dipakaikan bedak sebelum menikah atau acara-acara lainnya yang tentunya bedak nasional. Tidak kalah khasiatnya dibandingkan dengan bedak yang produksi oleh pabrik.

Dirinya berharap dengan adanya workshop ini, peran perempuan dan pengembangan seni tradisional, lebih besar lagi dibidang sekarang. Mengingat di Kota Gorontalo, ini kata Marten, begitu banyak seni tradisional yang bisa di kembangkan sehingga bisa menaikkan perekonomian dearah.

“Pada dasarnya peran perempuan di bidang seni tradisional, sangatlah penting. Olehnya itu, saya berharap melalui workshop ini dapat melahirkan gagasan yang dapat mengembangkan potensi seni tradisional di Kota Gorontalo, “tutup Marten(levi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *