PEMKOT (RAGORO)– Didalam meningkatkan kualitas hasil belajar, Kementerian Pendidikan RI memiliki tiga asistensi kebijakan yang tertuang didalam program strategis, diantanya kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Lukman Kasim adalah, pertama asistensi menimum, yang titik berantya adalah pengukuruan tentang kemampuan liderasi dan nomerasi yang sejauh ini masih mengundang polemik dalam kerangka penyelenggaran pendidikan di dunia pendidikan republik Indonesia.
Kedua survei kerakter, yang menengkankan pada pengukuran tentang sikap, kebiasan-kebiasan hidup peserta didik dan nilai-nilai yang sesuai dengan nilai Pancasila.
Ini merupakan proses belajar diluar, kominitf atau proses belajar non komoniti. Ketiga survei lingkungan belajar, yang mentengkankan pada pengukuran kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.
“Ketiga hal inilah yang menjadi titik berat asistensi nasional. Hal ini juga, sebagai konsekuensi logis dengan adanya penghapusan ujian nasional , kemudian perkembangan sekolah penggerak dan kedewantahan merdeka belajar, yang dititip beratkan kurung waktu didalam satu tahun terakhir ini, “ujar Lukman Kasim saat memberikan sambutan pengantar pada acara Workshop komite pembelajaran PSP (Program sekolah penggerak), belum lama ini.
Bukan saja itu, kata Lukman ditahapan pertama, ada delapan (8) Sekolah Dasar (SD) terpilih menjadi sekolah penggerak, dan ada lima (5) SMP dan ada dua Taman kanak-kanak dipercayakan menjadi sekolah penggerak.
Lanjut, kata Lukman Kasim, dan saat ini dibuka kembali untuk tahap kedua, pendaftaran untuk sekolah penggerak. “Dan alhamdulillah, kami liat list pendaftaran tersebut sudah ada cukup banyak sekolah-sekolah yang mendaftar, tetapi masih harus mengikuti proses seleksi yang sangat ketat.
Kita doakan, mudah-mudahan mereka-mereka ini bisa berhasil didalam mengikuti disetiap tahapan seleksi, “harap Lukman.(tr11).











