GORUT (RAGORO) – Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin mengatakan sangat mendukung implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh Bank Indonesia. QRIS merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Dengan kata lain, transaksi pembayaran sudah menggunakan sistem non tunai. Artinya, dalam pembayaran tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi sudah menggunakan sistem digital.
Memang diakui Indra, hadirnya QRIS di Gorut sejalan dengan penerapan program yang kini tengah dijalankan oleh pemerintahannya bersama Wakil Bupati, Thariq Modanggu. Yakni, program Gorut Digital Village (GDV) atau desa berbasis digital.
“Saya dukung implementasi QRIS ini, karena itu sudah sejalan dengan program saya juga yakni digital village, yang artinya dari desa sampai dengan kecamatan itu sudah digitalisasi,” kata Indra Yasin saat diwawancarai di sela-sela sosialisasi implementasi QRIS dengan tema menuju masyarakat non tunai yang diselenggarakan Bank Indonesia dan difasilitasi langsung oleh Wakil Ketua DPR-RI, Rachmat Gobel, Rabu (22/12) kemarin.
Dengan QRIS, lanjut kata Indra, tentu dalam transaksi perdagangan atau jual beli, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai, tetapi memakai aplikasi dan itu cepat.
“Ini juga menghindari adanya uang palsu dan juga lebih cepat dan efisien,” tambahnya. Lebih lanjut Bupati Indra menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, transaksi non tunai dengan QRIS akan menghindari dari penyebaran Covid-19.
“Kalau kita terapkan itu (QRIS) dalam kondisi begini jangan sampai ada virus yang ada di uang itu kita bisa cegah dengan menggunakan uang digital,” tandasnya. (RG-56)











