DEKOT (RAGORO)- Menindaklanjuti aduan masyarakat, DPRD Kota Gorontalo, melaksanakan rapat Gabungan Komisi A, B dan C, pembahasanan terkait dengan solusi terhadap nasib para pedagang kaki lima yang merasakan dampak dari pekerjaan revitalisasi kawasan perdagangan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Gorontalo, Hardi Sidiki, Didampingi wakil Ketua Syamsudin Umar, dihadiri oleh Pemerintahah daerah dalam hal ini OPD terkait, serta puluhan masyarakat para pedagang.
Anggota Komisi B Supangkat Ramadhan Nusi, mengatakan rapat tersebut itu menyangkut soal revitalisasi yang ada di kawasan Imam Bonjol, Dimana para pedagang tersebut harus dipindahkan akibat adanya revitaliasasi yang menggunakan dana PEN.
“Akan tetapi sampai dengan rapat tersebut, ternyata masyarakat itu belum punya jaminan sebagai tempat sementara. Sehingga mereka datang ke DPRD sebagai wakil rakyat, agar pemerinta bisa memikirkan juga nasib mereka.
Mengingat sudah menjadi tumpuan mereka untuk mencari nafka dilokasi tersebut.”kata Supangkat. Disamping itu Ia juga mengaku kaget bahwa dari pemerintah pun belum memiliki solusi. ketika lokasi tersebut digusur, mereka akan dikemanakan.
Sehingganya dalam kesimpulan rapat pemerintah harus mencarikan solusi atau menyediakan tempat kepada para pedagang tersebut sebelum dilakukan pekerjaan.
“Dari pemerinta sendiri memberikan waktu sampai dengan akhir tahun ini, lokasi tersebut sudah dibersihkan, akan tetapi menurut kami di DPRD itu terlalu cepat, karena mereka harus disediakan tempat untuk menjadi lokasi sementara.
Dalam rapat itu juga masnyarakat menuntut ketika revitaliasi selesai, para pedagang itu sangat berharap agar mereka dapat dipindahkan lagi ke lokasi itu. Hal ini pun sudah pernah dirapatkan oleh komisi B.”pungkasnya.(Fah)











