FKL ke 4 di Gorontalo, UMGO Jadi Tuan Rumah Diskusi Temu Inovasi Lestari

559
ADV
10
salah satu kegiatan Festival Kabupaten Lestari (FKL), yakni Diskusi Sesi Temu Inovasi Lestari, di LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).

KAMPUS (RAGORO) – Tahun ini merupakan tahun yang istimewa bagi Provinsi Gorontalo, dimana dua (2) Kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo, yakni Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango terpilih sebagai pelaksana Festival Kabupaten Lestari (FKL).

FKL itu sendiri sudah memasuki tahun ke 4 pelaksanaanya di beberapa daerah yang berbeda. Dan untuk FKL ke 4 ini digelar pada tanggal 23-28 November 2021 secara online maupun offline di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango dengan tema “Merangkai Kembali Identitas Lestari”. 2 Kabupaten ini merupakan anggota dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Yang paling menarik, salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Gorontalo, yakni Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksana salah satu rangkaikan kegiatan FKL, yakni Diskusi Sesi Temu Inovasi Lestari yang dilaksanakan pada Jum’at kemarin (26/11), di Gedung LPPM UMGO.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga menjadi tuan rumah pada kegiatan yang luar biasa ini. Maka dari itu mewakili pimpinan kampus, kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Saat mendapatkan pesan dari Bupati Gorontalo, bahwa UMGO akan menjadi tempat diskusi, kami sangat setuju karena hal ini sama saja mendorong kelestarian lingkungan,” ungkap Wakil Rektor II UMGO, Dr. Salahudin Pakaya saat memberikan sambutan.

Dr. Salahudin juga mengucapkan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor UMGO yang masih berada di luar daerah. “Instruksi beliau kepada kami ialah mendukung penuh kegiatan ini,” tukasnya.

“Karena kami harus bisa membuka akses bagi orang-orang yang bisa memajukan Gorontalo dan kampus ini salah satunya. Kedatangan Bapak/Ibu sekalian bisa menjadi rahmat bagi kami untuk mempromosikan kampus UMGO di masing-masing daerah. Sekali lagi terimakasih atas kepercayaan semua pihak kepada kami dan selamat datang juga di kampus biru, kampus pencerahan UMGO,” terangnya.

Sementara itu Bupati Gorontalo, yang diwakili oleh Kepala BAPPEDA Kabupaten Gorontalo, Cokro R. Katili M.E., menyampaikan terimakasih kepada pihak UMGO karena telah bersedia menjadi tuan rumah dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

“Dipilihnya UMGO menjadi tuan rumah pada diskusi ini bukan karena pak Bupati mantan Rektor disini, tapi karena komitmen kami dengan UMGO yang terus bekerjasama dalam berbagai sektor. Tentu hari ini (kemarin_red) adalah support bagi UMGO terhadap keberadaan kabupaten Gorontalo yang termasuk dalam LTKL,” ucapnya.

Ia juga berharap kepada mahasiswa, sebagai generasi milenial dan inovasi, bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan upaya pembangunan dimasa yang akan datang dan tentu harus didukung juga.

“Tanpa inovasi kita tidak akan berkembang, oleh karena itu hal ini selalu kita dorong. Karena dimasa kepemimpinan Bupati Nelson Pomalingo pada awal masa periode salah satu misinya adalah untuk kelestarian lingkungan khususnya pada perubahan iklim. Semoga dengan ini inovasi dapat mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa kita mengorbankan lingkungan,” tutupnya.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Kepala BAPPEDA Kabgor, Wakil Rektor II UMGO, Dosen-Dosen UMGO, Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UMGO, aktivis LTKL, dan beberapa delegasi perwakilan Kabupaten LTKL dari berbagai macam kabupaten yakni, Aceh Tamiang, Kabupaten Siak, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sigi. (rg-63/HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *