Pemateri Pada Seminar Akademik UT-UPBJJ, Wawali Paparkan Akselerasi Transformasi Digital Kota Gorontalo

626
ADV
10
Wawali Ryan F. Kono, saat memberikan materi pada vidkon seminar akademik UT UPBJJ Gorontalo, Selasa (23/11, Foto Hms).

PEMKOT (RAGORO)- Dipercayakan sebagai pemateri pada kegiatan seminar Akademik Universitas Terbuka UPBJJ Gorontalo Tahun 2021, dengan tema Penguatan Digital Learning Ecosystem sebagai Sarana Menciptakan SDM Unggul di Era Society 5.0, Wakil Walikota (wawali) Gorontalo Ryan F. Kono, paparkan akselerasi transformasi digital yang berada di Kota Gorontalo.

Akselerasi transformasi Digital yang dimaksud Ryan sampaikan, pertama terkait akses dan Infrastruktur Digital. Ryan ungkapkan, Pemerintah Kota Gorontalo telah meyediakan layanan internet di kelurahan serta di titik-titik layanan publik. Kemudian, terkait persiapan SDM (Sumber Daya Manusia) talenta Digital, Roadmap Transformasi Digital, Integrasi Pusat Data Nasional, serta Regulasi Skema pendanaan dan pembiayaan.

“Dari sisi SDM, kami telah mempersiapkan pelaku talenta digital melalui Aparat pemerintahan, pelaku usaha UMKM dan Pelajar Unggulan. Demikian halnya juga terkait dengan mempersiapkan regulasi skema pembiayaan dan pendanaan transformasi digital dengan merujuk pada aturan Kementrian Keuangan, “ujar Ryan dalam sambutannya secara virtual. Dari sisi Roadmap Transformasi Digital Ryan jelaskan, dalam mengikuti Roadmap dari pemerintah Pusat dan Kota Gorontalo masuk dalam 20 kota satelit.

Demikian halnya terkait dengan mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung proses integrasi data 2.700 data centre. Mengacu pada Era Industri 4.0, berdasarkan Visi Misi dan tujuan sasaran pembangunan di tahun 2019 – 2024, fokus pemerintah daerah kata Ryan, menambahkan program bantuan pangan Non Tunai daerah bagi keluarga penerima manfaat.

“Pada akhirnya program ini diharapkan memberi peluang masyarakat ekonomi lemah bangkit mengokohkan kemandirian hidup menyambut persaingan yang kian kompleks di masa depan, “ucapnya. Lanjut, kemudian melakukan delapan area perubahan yang menjadi dasar penilaian pelaksanaan reformasi birokrasi. Kedelapan tersebut adalah manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan kelembagaan, pelayanan, manajemen pelayanan, pengawasan, akuntabilitas dan perencanan. Selain itu juga terkait dengan pembangunan infrastruktur seperti penataan jalan, drainase, peningkatan kapasitas air bersih, penerangan jalan dan implementasi program Kotaku.

Bahkan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perkoperasian sebagai upaya pemulihan ekonomi masa Pandemi, dengan menumbuhkembangkan koperasi berbasis informasi teknologi, dan disertai dengan pemberian fasilitas akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPBD). Terkahir terkait dalam hal mewujudkan sinergitas antara pemerintah, masyarakat khususnya organisasi keagamaan dan dunia usaha harus selalu berjalan dengan maksimal, untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan dan pengembangan Kota Gorontalo.(levi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *