PEMKOT (RAGORO)- Dirapat Forkopimda Provinsi Gorontalo yang di ikuti secara virtual, Walikota Gorontalo Marten A. Taha sampaikan empat hal terkait dengan perkembangan terkini di Kota Gorontalo. Dari empat hal tersebut kata Marten, pertama terkait dengan penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) guna memutus rantai Covid-19 di Kota Gorontalo. Kedua, terkait dengan penanganan Covid-19, Ketiga terkait dengan pancapaian vaksinasi, kemudian yang ke empat terkait dengan dampak bencana banjir di Kota Gorontalo.
“Terkait bencana banjir ini, bukan saja terjadi di wilayah kabupaten, tetapi juga di Kota Gorontalo, pada saat ini ada dua wilayah yang mengalami hal yang sama yaitu di dua kelurahan berada di pesisir danau limboto. Akibat dengan melaupnya danau Limboto kedua Kelurahan Lekobalo dan Kelurahan Dembe mengalami banjir, dan kami sudah melakukan penanganan sejak satu minggu terkahir ini, “ujar Marten dalam paparnya. Dampak akibat meluapnya air Danau Limboto ini juga kata Marten, merupakan warga yang bermukim di danau.
Danau meluap sehingga warga tersebut terkena dampak banjir akibat 23 ruas sungai yang mengalami banjir, sehingga mereka yang tinggal di kawasan tersebut, mengalami kejadian yang sama terjadi di Kabupaten Gorontalo. “Cuman itu semetara yang jadi laporan dari Kota Gorontalo. Dan Alhamdulillah juga hari ini kami akan menyalurkan bantuan berupa alat kebetuhan bahan pokok, dan membantu perbaikan tempat masak mereka, “jelas Marten. Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengingatkan kembali terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat.
Rusli menilai, pusat perbelanjaan berupa mall, dan toko mulai rame, sehingga penerapan protokol terus di perketat. “Demikian halnya terkait dengan warga terdampak banjir, kalau boleh perketat terkait dengan penerapan IMB, dikarenakan tempat tersebut tempat air bukan tempat bangunan rumah, “singkatnya.(levi).











