Sumalata Lumbung Pangan, Butuh Dukungan Pemprov dan Pemkab Gorut

535
ADV
10
Salah satu temuan reses akan kebutuhan jembatan dan plat duiker, yang diharapkan para petani di desa Bulontio Timur dan Pulohenti, kecamatan Sumalata, saat reses perseorangan anggota tim dapil V kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Idrus Thomas Mopili, Kamis (11/11) kemarin. (foto: romi gogani)

SUMALATA (RG) – Kecamatan Sumalata, dan anak pemekarannya kecamatan Sumalata Timur, tidak diduga ternyata merupakan lumbung pangan di kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Buktinya, dari masa reses perseorangan yang dilakoni anggota tim reses di dapil V Gorut, Idrus Thomas Mopili, Kamis (11/11) kemarin, terungkap dari masyarakat, begitu banyak potensi pangan, utamanya beras, yang dihasilkan dari dua kecamatan ini. Namun sayang, hal itu belum ditunjang dengan dukungan infrastrukturnya, seperti kebutuhan akan pembangunan jembatan dan plat duiker.

Dimana, sedikitnya, ada tiga titik lokasi sungai kecil dan irigasi kecil, yang dimanfaatkan oleh petani, dalam mengairi areal persawahan mereka. Namun, kesemuanya hanya menggunakan jembatan dari batang kelapa. Tak heran, jika di musim penghujan seperti saat ini, air dari sungai-sungai kecil itu meluap. Maka, itu merupakan ancaman bagi para petani sekitarnya, dibayang-bayangi kegagalan panen. “Ada sekitar 200 hingga 250 hektar persawahan yang tersebar di desa Bulontio Timur, Pulohenti, dan desa-desa sekitarnya di kecamatan Sumalata ini, yang menggantungkan sistem pengairan dari irigasi kecil dan sungai-sungai kecil ini.” ungkap para tokoh masyarakat setempat, saat mendampingi Thomas Mopili dan jajaran dari Dinas PU provinsi Gorontalo, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Gorontalo, pada kunjungan reses tersebut.

Alhasil, setelah menerima aspirasi ini, pada kesempatan itu pula, dari hasil koordinasi Thomas yang juga Ketua Komisi III Deprov yang membidangi urusan Perencanaan dan Pembangunan, dengan pihak Dinas PU provinsi Gorontalo, dilakukan pengukuran, untuk kebutuhan pembangunan 3 (tiga) jembatan dan plat duiker tersebut. “Yang diharapkan, pada tahun 2022 nanti, dilakukan pembangunan jembatan dan plat duikernya,” kata Thomas, akan mengawal aspirasi ini. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *