KABGOR – Momen peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 di Kabupaten Gorontalo menjadi panggung refleksi bersama akan pentingnya akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar angka statistik, melainkan hak mendasar bagi setiap warga negara.
”Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang baik dan kesempatan meningkatkan kualitas hidupnya. Kita tidak boleh membiarkan seorang pun tertinggal,” ungkap Zulfikar saat menutup kegiatan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti di SPNF/PKBM se-Kabupaten Gorontalo, Minggu (19/9/2026).
Zulfikar menyoroti tantangan pengentasan buta aksara yang masih membayangi daerah. Meski persentase kenaikan angka buta aksara Gorontalo dari 2024 ke 2025 terbilang tipis (0,01%), baginya hal tersebut menandakan masih perlunya kerja keras dari lembaga pemerintah maupun legislatif.
Ia mengapresiasi kerja keras lembaga nonformal seperti PKBM dan SKB yang menjadi garda terdepan dalam merangkul masyarakat. Dalam laporan Kadisdikbud Dr. Turni Biahimo, tercatat ada 6.524 peserta didik yang kini menimba ilmu di puluhan lembaga kursus, SKB, dan PKBM di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Melihat kontribusi besar tersebut, Zulfikar berjanji lembaga legislatif akan memberikan perhatian lebih, khususnya terkait dukungan dana operasional bagi pendidikan nonformal.
Kegiatan yang dihadiri Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi dan jajaran OPD ini ditutup dengan semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi menuntaskan buta aksara di Gorontalo. (*)











