Keripik Pisang Tilihuwa Terus Didorong untuk Tembus Pasar Modern

32
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":2,"transform":3,"adjust":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mendorong pelaku UMKM keripik pisang Tilihuwa meningkatkan kualitas produk, kemasan dan legalitas usaha agar mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk jaringan ritel modern.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan pada Launching Produk UMKM di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Selasa (15/9/2026).

Di kesempatan ini Bupati Sofyan juga menyalurkan Bantuan Program Pendidikan dan Kemanusiaan Darii BAZNAS Kabupaten Gorontalo

Keripik pisang telah lama menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Tilihuwa. Namun, produk yang selama ini banyak dipasarkan secara konvensional sehingga perlu dikembangkan agar memiliki daya saing lebih kuat.

“Dari dulu kalau ditanya keripik pisang itu dari mana, jawabannya Tilihuwa. Nah, sekarang bagaimana produk ini kita dorong agar naik kelas,” kata Bupati Sofyan.

Ia pun mengapresiasi pendampingan BAZNAS yang membantu pelaku UMKM dalam pembenahan kemasan, pengurusan izin usaha dan label halal.

Tahap berikutnya, tambah Bupati Sofyan, produk tersebut perlu mengikuti kurasi agar dapat masuk ke jaringan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret dan Alfamidi.

Karena itu rumah produksi di Tilihuwa diminta dimanfaatkan untuk mendukung proses pengolahan yang lebih higienis sekaligus memenuhi standar sertifikasi halal.

“Jangan hanya diproduksi di rumah-rumah. Manfaatkan rumah produksi agar prosesnya lebih steril dan produk kita semakin kuat,” katanya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo Sukri Moonti mengatakan pendampingan UMKM tersebut menyasar sekitar 50 pengrajin keripik di Tilijuwa. Pendampingan meliputi pengurusan izin usaha, label halal, pembenahan kemasan hingga pemasaran.

“BAZNAS mengupayakan mulai dari produk, kemasan, label halal dan izin produksinya. Insya Allah setelah ini kita dorong agar produk mereka bisa masuk pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Tak hanya itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, kebencanaan dan kebutuhan dasar kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sofyan juga mengingatkan pentingnya pembaruan data penerima bantuan berbasis desil melalui Dinas Sosial serta operator desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai penting agar bantuan tetap diterima masyarakat yang benar-benar berhak.

Ia turut mendorong pelaku UMKM dan pekerja informal mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang relatif terjangkau.

Pada rangkaian kegiatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Juli, Agustus dan September 2026. Setiap keluarga penerima memperoleh 30 kilogram beras medium untuk tiga bulan.

“Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Gorontalo mendapat tambahan 20 ribu penerima, sehingga total penerima cadangan pangan mencapai sekitar 68 ribu keluarga,” jelas Sofyan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Di saat yang sama, penguatan UMKM diharapkan mampu mendorong masyarakat memiliki sumber pendapatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *