Desa Luwoo Resmi Jadi Desa Kreatif, Bidik Pasar Global

33
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":3},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Desa Luwoo, Kabupaten Gorontalo, resmi diluncurkan sebagai Desa Kreatif, Sabtu (12/9). Momentum ini menandai langkah baru dalam mendorong potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing hingga pasar global.

Peluncuran dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Restog Krisna Kusuma, Wakil Gubernur Gorontalo Ida Syahidah Rusli Habibie, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah mendampingi masyarakat Luwoo. Menurutnya, kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan alam seperti rotan, pelepah enau dan eceng gondok telah melahirkan berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari keranjang, perabot, lampu hias hingga tas.

“Potensi yang ada di desa harus terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sofyan.

Ia menegaskan, status Desa Kreatif tidak berhenti pada seremoni. Pemkab Gorontalo akan memperkuat kualitas produk, desain, kemasan, pemasaran, digitalisasi, akses pembiayaan hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Produk Luwoo juga didorong masuk ke pasar yang lebih luas melalui platform digital dan kolaborasi dengan desainer nasional, tanpa menghilangkan karakter dan identitas budaya lokal.

Staf Ahli Menteri Ekraf RI Restog Krisna Kusuma menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai produk kerajinan Luwoo memiliki kualitas dan potensi besar untuk dikembangkan.

“Pertumbuhan ekonomi nasional sudah seharusnya tumbuh dari daerah, bahkan dari desa. Melalui program Desa Kreatif, kami berharap taraf hidup masyarakat terus meningkat,” katanya.

Peluncuran ini sekaligus memperkuat arah pembangunan Kabupaten Gorontalo yang menempatkan kreativitas, potensi lokal dan kekuatan masyarakat sebagai modal utama pembangunan.

Dari Luwoo, desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi tumbuh sebagai ruang kreativitas, sumber ekonomi baru, sekaligus pintu masuk produk lokal Gorontalo menuju pasar nasional dan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *