ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa BERSHOLAWAT. Ribuan Warga Siap Semarakkan Maulid Nabi

93
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":2,"transform":2,"adjust":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Pawai Kendaraan Hias Islami dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Kabupaten Gorontalo. Tingginya antusiasme terlihat dari meningkatnya jumlah peserta yang menyatakan kesiapan untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ketua SRIKANDI Jaga Desa Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut terus menunjukkan peningkatan. Ia didampingi Pengurus ABPEDNAS Kabupaten Gorontalo yang turut menjadi mitra penggagas kegiatan.

Maryam mengatakan, peserta yang akan memeriahkan pawai berasal dari berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya pemerintah desa dan kelurahan, tetapi juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga Remaja Masjid.

“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat positif. Peserta yang ikut berasal dari berbagai kalangan. Ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat tinggi,” kata Maryam, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “ABPEDNAS & SRIKANDI Jaga Desa BERSHOLAWAT” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 14.00 WITA.

Pawai akan mengambil titik start di Lapangan Karya Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Gorontalo sebagai lokasi finish.

Dari sisi kesiapan, Maryam memastikan seluruh kebutuhan teknis telah dipersiapkan secara maksimal. Panitia juga terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pawai kendaraan hias, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjadikan shalawat sebagai bagian dari syiar Islam di tengah kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bumikan shalawat, mempererat ukhuwah dan persaudaraan, sekaligus menyebarkan syiar Islam dengan tetap menjaga tradisi serta keberagaman yang menjadi kekuatan desa-desa kita,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *