Bupati Sofyan Optimalkan Posyandu Tangani AKI dan AKB

34
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":2,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menggerakkan seluruh Tim Pembina Posyandu untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Beda dengan sebelumnya, program posyandu kini telah berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini strategis, sehingga diharapkan mampu menekan Angka Kematian Ibu AKI dan AKB secara signifikan.

Untuk mempertajam SPM melalui posyandu, Pemkab Gorontalo ‎mwnggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Tim Pembina pengelolaan posyandu bidang kesehatan Tingkat Kabupaten Gorontalo. Kegiatan dibuka Bupati Sofyan di Grand Bukit Proja pada Sabtu (8/8/2026).

‎Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas tingkatan pemerintah untuk menyukseskan program prioritas kesehatan tersebut.

‎“Keberhasilan implementasi Posyandu dengan enam bidang SPM sangat bergantung pada peran aktif tim ppembina posyandu, baik di tingkat Kabupaten, kecamatan, maupun desa atau kelurahan,” Ujar Bupati Sofyan.

Dikatakan, ‎posyandu memiliki tugas penting dalam membantu kepala desa/lurah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, dan turut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di desa/kelurahan.

‎Sebagaimana Permendagri nomor 13 tahun 2024 tentang posyandu, program ini merupakan dasar hukum yang sangat penting dalam memperkuat peran posyandu sebagai font line pelayanan kepada masyarakat.

‎Karenanya Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan posyandu, peningkatan kapasitas kader, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, guna mewujudkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.

‎Melalui penyelenggaraan bimtek ini, Bupati Sofyan berharap para peserta dapat menyerap dan memahami secara mendalam konsep enam bidang SPM—mulai dari alur pelayanan yang terstruktur hingga sistem pencatatan dan pelaporan yang akurat di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *