KAMPUS (RGNEWS.COM) – Universitas Gorontalo (Unigo) dan Kementerian Kehutanan membahas pengelolaan Hutan Pendidikan Dulamayo, Kabupaten Gorontalo, yang selama ini menjadi kawasan pendidikan dan penelitian bagi kampus tersebut. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Rektor Unigo, Kamis (25/06/2026).
Pembahasan difokuskan pada kondisi terkini kawasan hutan pendidikan yang luasnya disebut mengalami perubahan pengelolaan.
Dari kawasan sekitar 10 ribu hektare, area yang saat ini dikelola disebut berkisar antara 4.500 hingga 1.000 hektare.
Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Robby Hunawa, S.IP.,M.Si mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan hutan pendidikan.
“Hutan pendidikan memiliki nilai strategis bagi pengembangan akademik dan konservasi. Kami berharap evaluasi ini menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pengelolaan dan keberlanjutan kawasan tersebut,” kata Robby.
Dalam pertemuan itu, Robby didampingi Wakil Rektor III Unigo, Dr. Ramdhan Kasim, SH.,MH, Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Dr. Bachtiar, SP.,MP serta dua dosen senior bidang kehutanan, yakni Dr. Daud Sandalayuk, S.Hut.,MP dan Abdul Samad Hiola, SP.,M.Si.
Hadir pula Ketua Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a, Dr. Drs. Ec. H..Ilyas Lamuda, MM
Rombongan Kementerian Kehutanan dipimpin Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia Semiawan.
Hadir pula Kepala BP2SDM Wilayah VI Makassar Kamaruddin, Kepala BPDAS Bone Limboto Bontor Lumbantobing, serta Kepala Seksi PPKH BPKH Wilayah XV Gorontalo La Ode Bahtiar.
Indra mengatakan, BP2SDM mendapat mandat sebagai pembina kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), termasuk hutan pendidikan.
Karena itu, pihaknya akan bersinergi dengan Universitas Gorontalo untuk menyelesaikan berbagai kendala pengelolaan di lapangan.
Menurut dia, perubahan luasan pengelolaan tidak dapat diartikan sebagai penyusutan kawasan.
“Kuenya tetap sama. Yang sedang kita lihat adalah bagaimana pengelolaan yang efektif dan kemungkinan pengelolaan secara kolaboratif,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema kemitraan menjadi salah satu opsi agar seluruh kawasan tetap dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan konservasi tanpa mengurangi luas kawasan yang ada.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama lanjutan antara Universitas Gorontalo dan Kementerian Kehutanan dalam memperkuat pengelolaan Hutan Pendidikan Dulamayo sebagai laboratorium alam dan pusat pengembangan sumber daya kehutanan di Gorontalo.
Usai pertemuan, pihak Kemenhut RI dan Universitas Gorontalo secara simbolik melakukan penanaman pohon di area kampus. Selain melakukan penanaman pohon, dilakukan juga pelepasan sepasang Burung Nuri. (*)











