Windra nilai Investasi Rp1,4 Triliun Dongkrak Ekonomi Gorut

95
ADV
10

GORUT (RGNEWS.COM) – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, mengapresiasi pelaksanaan ground breaking program pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun.

Program tersebut dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Windra mengatakan, investasi di sektor peternakan unggas itu sejalan dengan target makro ekonomi Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2026.

Target tersebut meliputi laju pertumbuhan ekonomi 5,10 persen, tingkat kemiskinan 15,90 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,69 persen, serta Gini Rasio 0,310.

“Bupati dan seluruh pemangku kepentingan telah menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan daerah. Saya mengapresiasi suksesnya ground breaking investasi ini karena sangat membantu pencapaian target makro ekonomi,” ujar Windra, Kamis.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi akan memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sistem produksi yang terhubung dari hulu ke hilir.

Sistem tersebut mencakup penyediaan pakan, pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi.

“Aktivitas ekonomi yang masif ini akan meningkatkan nilai tambah sektor peternakan dan berkontribusi langsung terhadap PDRB daerah,” kata dia.

Dari sisi ketenagakerjaan, Windra menilai proyek berskala besar ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Penyerapan tenaga kerja terjadi baik di sektor produksi maupun sektor pendukung seperti transportasi, logistik, perdagangan, dan jasa.

“Ini akan membantu menekan tingkat pengangguran terbuka sesuai target daerah,” ujarnya.

Ia juga menilai investasi tersebut membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Melalui kemitraan usaha dan lapangan kerja baru, ekonomi lokal di sekitar kawasan investasi diperkirakan tumbuh.

“Dengan meningkatnya pendapatan rumah tangga, daya beli masyarakat akan membaik dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan,” kata Windra.

Dari aspek pemerataan, Windra meyakini keterlibatan masyarakat lokal dalam program hilirisasi ayam akan mendorong distribusi manfaat ekonomi yang lebih luas. Hal itu diharapkan mampu menjaga tingkat ketimpangan pendapatan.

Sementara itu, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tekanan fiskal akibat efisiensi anggaran dan penurunan dana transfer pusat.

“Pada tahun anggaran 2026, Gorontalo Utara mengalami penurunan dana transfer pusat sebesar Rp144 miliar. Kondisi ini berpotensi menekan PDRB jika tidak diimbangi dengan sumber pertumbuhan baru,” ujarnya.

Menurut Windra, masuknya investasi swasta senilai Rp1,4 triliun menjadi solusi strategis untuk menjaga momentum pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Investasi ini dapat menutupi rendahnya kapasitas fiskal. Kami optimistis target makro ekonomi tidak hanya tercapai, tetapi juga bisa terlampaui,” katanya.

Ia menegaskan, DPRD Gorontalo Utara akan terus mendukung program pembangunan ekonomi yang berdampak positif bagi daerah. Dukungan tersebut dilakukan melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.

“DPRD akan mendukung kebijakan yang memperkuat ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas daerah,” ujar Windra.

Dengan dimulainya pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi, Gorontalo Utara diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi menuju daerah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *