Penulis : Indra Bakari
KAMPUS (RG.COM) – Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) di UPTD Puskesmas Ilangata, Rabu (2/10) kemarin.
Pengmas berupa penyuluhan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan dalam pencegahan stunting yang berbasis pendekatan pangan lokal.
Tim terdiri atas Herman Hatta, SKM.,M.Si selaku ketua tim dan Franning Deisi Badu, SKM.,M.Kes serta dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Asriani Laboko, STP.,M.Si sebagai anggota.
Penyuluhan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian masyarakat atas hibah DRTPM Kemendikbud Tahun 2024 Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Di mana, Herman Hatta, SKM.,M.Si dan tim memperoleh hibah tersebut dengan judul “Penerapan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Stunting Melalui Metode Pendekatan Sharing Peer Group Untuk Mengatasi Ketidaktersediaan Pangan”.
Dan pada pelaksanaannya mengambil sampel ibu-ibu sejumlah 23 orang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ilangata.
Herman yang juga Kepala Bidang Program Pemberdayaan Masyarakat LP3M UG mengaku, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan terhitung mulai 2 September 2024 kemarin dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2024 mendatang.
“Sehingga kegiatan penyuluhan hari ini (kemarin) menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami laksanakan,” jelas Herman Hatta, SKM.,M.Si di sela-sela penyuluhan.


Kepala LP3M UG Dr. Dikson Junus, MPA yang hadir pada kesempatan itu, dalam sambutannya menyebut tim dosen yang melaksanakan pengabdian masyarakat memiliki spesifikasi keahliannya di bidang stunting.
“Makanya banyak kegiatan pengabdian yang dilaksanakan bertemakan stunting sudah beberapa kali dilaksanakan, terakhir di wilayah Telaga dan motori langsung oleh Pak Herman.
Sementara Ibu Asriani ini spesifikasinya teknologi pangan. Jadi, memang sejalan kaitan dengan gizi,” tutur Dr. Dikson.
Sementara Kepala UPTD Puskesmas Ilangata, Latifah, S.Farm.,Apt menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Dirinya bahkan berterima kasih kepada Universitas Gorontalo dan Universitas Ichsan Gorontalo yang telah memilih Puskesmas Ilangata untuk pelatihan terkait stunting.
Hal tersebut diakui Latifah sejalan dengan situasi dan kondisi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ilangata yang memang kasus stunting terbilang lumayan tinggi.
“Insya Allah kedepannya dengan pelatihan dan pendampingan ini, bisa mengurangi dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ilangata,” harapnya.
Sebelumnya, Herman Hatta, SKM.,M.Si dalam laporannya menjelaskan kegiatan penyuluhan ini adalah dalam rangka memberikan pemahaman tentang cara mencegah stunting melalui pangan lokal.
Di kesempatan itu juga, peserta penyuluhan yang notabene ibu-ibu terdiri atas kader kesehatan di desa secara simbolis diberikan bantuan.



Bantuan berupa peralatan masak dan berbagai macam bibit tanaman sayuran dan buah diantaranya kacang panjang, tomat, jagung, labu kuning, kangkung dan sawi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah warga untuk kemudian dimanfaatkan dalam rangka pencegahan stunting.
Dalam penyuluhan itu menghadirkan tiga pemateri, masing-masing Dr. Rahmawati, SKM.,M.Kes dengan materi berjudul menjadi ibu hebat mencegah stunting.
Kemudian Asriani Laboko, STP.,M.Si dengan materi pencegahan stunting melalui pendekatan pangan lokal.
Dan Mayangsari Kau, SKM.,M.Kes dengan materi 1000 Hari Pertama Kehidupan penentu ribuan langkah selanjutnya.
Sebelum dan sesudah pelaksanaan penyuluhan para peserta dibagikan kuesioner untuk mengumpulkan data menggali informasi dan pemahaman terhadap pencegahan stunting.
Kegiatan itu turut melibatkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo, khususnya Program Studi Gizi. (***)












