2 Jam Bahas Pilkada, 4 Elit Politik Bertemu

1131
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Prof. Nelson Pomalingo, Marten Taha, Fadel Muhamad dan Erwin Ismail tiba-tiba menggelar pertemuan di Rudis Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/04/2024)

Pertemuan berlangsung hampir ada kurang lebih 2 jam itu tampak serius membahas Pilkada, pemilihan gubernur dan pemilihan Bupati/Walikota yang akan digelar akhir tahun ini.

Fadel Muhamad datang lebih dulu. Tokoh nasional yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPR-RI ini singgah sebelum bertolak ke bandara, kembali ke Jakarta.

Tak lama berselang, giliran Ketua DPD Partai Demokrat Erwin Ismail tiba. Diskusi terbangun apik. Persoalan politik yang kian dekat menjadi pembahasan mereka, sambil menyebutkan beberapa nama sekiranya untuk dipasang-pasangkan.

Hampir ada beberapa menit diskusi terbangun, giliran Marten Taha, Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, tiba. Sosok Walikota itu pun melebur satu dalam diskusi hangat tentang Pilkada.

Ya, masing-masing mulai bicara untuk cari mencari figur, memasangkan, membuat pola peta kekuatan politik, hingga membahas koalisi besar untuk diajak bergabung.

Fadel mengatakan pembicaraan hari itu memang baru sebatas membahas sesiapa tokoh tokoh yang mau maju dalam Pilgub. ” Ya, semua ini orang-orang hebat. Jadi membangun kesamaan pandangan dulu soal kemajuan Gorontalo kedepan. Kita cocok-cocokan dulu, ” Tulas Fadel.

Liniernya suatu partai politik dalam berbagai ajang bukan menjadi target. Sebab bagi Fadel, walaupun tak linier itu tak masalah. Yang penting punya kecocokan maupun kesamaan dalam cara berpikir.

” Kadang linier tidak menjamin. Saya pernah mengalaminya. Lebih baik Chemistry_nya dulu yang dibangun. Antara satu sama lain. Kalau cocok, jalannya pasti bagus. ” Ujar Fadel.

Soal pertemuan didalamnya ada Demokrat, oleh Ketua Demokrat Erwin Ismail mengatakan ini baru sebatas membangun komunikasi. Penjajakan satu sama lain yang harus dilakukan oleh setiap partai politik

” Ya, saya diundang makan siang. Belum ada deal deal politik. Dikami partai demokrat, ada mekanismenya, kita buka Desk Pilkada, minggu depan. Dan silahkan mendaftar. Baik pak. Prof Nelson, Pak doktor Marten Taha, bahkan Pak Gusnar juga kini didorong oleh beberapa tokoh untuk kembali maju. ” Ujar Erwin.

Bagi Erwin semua masih cair, belum ada yang padat. Bahkan dirinya juga didorong untuk ke Pilwako semua masih mungkin terjadi. Jadi belum ada kepastian yang pasti untuk Pilkada. Karena semua masih memilki mekanisme sendiri, khususnya partai demokrat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *