Thariq Nyatakan Pemkab Gorut Perang Terhadap Narkoba

543
ADV
10
Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat memberikan sambutan pada puncak peringatan HANI tahun 2022 tingkat Kabupaten Gorut, Rabu (29/6) kemarin. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2022 tingkat Kabupaten Gorontalo Utara diperingati Rabu (29/6) di Aula Gerbang Emas Kantor Bupati Gorut.

Bupati Gorut, Thariq Modanggu yang hadir langsung pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa sikap pemerintah daerah sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan War on Drugs atau perang terhadap narkoba.

Daerah yang dipimpinnya itu, diakui Thariq merupakan daerah potensial dalam peredaran narkoba, karena posisinya yang strategis diapit dua provinsi, yakni, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara serta batas negara dengan laut di bagian utara.

Meski memang dari sisi data tindak pidana atau penyalahgunaan narkoba masih terbilang rendah.

“Gorut ini daerah terbuka. Apalagi sejak kecil saya yang memang lahir di sini, khususnya di wilayah Tolinggula, sering melihat barang-barang selundupan yang masuk dari Tawau, Malaysia. Itu artinya, secara potensial, daerah kita dapat dikategorikan daerah selundupan atau ada kontak dari luar,” ungkapnya.

“Potensi itu juga menjadi satu amuk perdagangan lama yang memang harus kita waspadai. Sehingga kalau hari ini baru terdeteksi lewat jalur darat, tapi lewat jalur laut di Gorontalo Utara ini bisa potensial,” sambung Thariq.

Dan berdasarkan data laporan beberapa tahun sebelumnya, Thariq menyebut, bahwa di Gorontalo Utara, jumlah peredaran kalau dihitung bisa sampai 1000-an. Termasuk anak-anak SMA di sekitar Gorut ada juga kasus-kasus terkait penggunaan lem yang dihirup.

“Oleh karena itu, melalui Dinas Pendidikan, kami minta, ini jadi perhatian, kalau ada kesempatan mengumpulkan kepala-kepala sekolah diingatkan lagi untuk melakukan deteksi melalui guru-guru, kalau ada anak didiknya yang sering bolos, sering bergerombol dan kayak orang mabuk, itu perlu dideteksi, agar kemudian bisa kerja sama dengan pihak BNN,” tuturnya.

“Hal itu perlu dilakukan, sehingga secara terus menerus diingatkan agar jangan terjadi di lingkungan kita,” ujarnya.

Terkait dengan aparatur di lingkungan Pemkab Gorut, Thariq menegaskan, pihaknya akan melakukan deteksi dini terhadap pengaruh narkoba.

“Nanti akan kita persiapkan, ada saat-saat tertentu, tanpa pemberitahuan ketika berkumpul langsung kita adakan tes, termasuk pimpinan dimulai dari Bupati,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Thariq mengatakan, pembahasan usul untuk alat-alat tes narkoba dalam bentuk hibah sekitar Rp 300 juta itu direspon pihaknya dan akan diproses. Sehingga bisa membantu kebutuhan dari pada BNN dan BNK. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *