Thariq Sebut PAW Plt Ketua KONI Gorut untuk Penyegaran

500
ADV
10
Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat didaulat membuka rapat pleno dalam rangka Penggantian Antar Waktu (PAW) Pelaksana tugas (Plt) ketua umum KONI Gorut sisa masa jabatan 2018 - 2022. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Kekosongan jabatan ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), sepeninggal Almarhum Indra Yasin, ditindaklanjuti pengurus KONI Gorut dengan rapat pleno dalam rangka Penggantian Antar Waktu (PAW) Pelaksana tugas (Plt) ketua umum KONI Gorut sisa masa jabatan 2018 – 2022, Senin (25/4) kemarin.

Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu yang didaulat membuka rapat pleno tersebut ketika diwawancarai menjelaskan, tentu sesuai AD-ART KONI, bahwa pemilihan itu diserahkan kepada wakil-wakil ketua.

“Jadi, ada dua wakil ketua. Dan saya kira ini tidak sulit untuk menetapkan PAW Plt Ketua KONI. Karena kami berharap dengan terpilihnya Plt Ketua KONI, bahwa tugas-tugas organisasi sudah bisa dijalankan secara maksimal hingga berakhirnya masa jabatan di Bulan Oktober 2022 ini atau sampai terlaksananya musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab),” tuturnya.

Pada dasarnya Thariq mengatakan, sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan prestasi olahraga, membangun watak demi harkat dan martabat bangsa melalui pembinaan atlet, tentu keberadaan KONI menjadi bagian yang strategis dari upaya bangunlah jiwanya bangunlah badannya (petikan bait lagu Indonesia Raya).

“Sehingga pelaksanaan pleno pada hari ini (kemarin, red) adalah salah satu hal yang penting untuk, di satu sisi melaksanakan amanat konstitusi organisasi, juga dalam rangka mempercepat upaya perbaikan keolahragaan di Gorontalo Utara melalui organisasi ini dan juga kemudian dampaknya bagi 16 cabang yang ada di bawah naungan KONI Gorontalo Utara,” terangnya.

Sementara mengenai Provinsi Gorontalo sebagai salah satu daerah tuan rumah PON tahun 2028 mendatang, di mana rencananya ada 3 cabang olahraga (cabor) yang akan dihelat di Gorut, yakni, Arung Jeram, Selam dan Paralayang, Thariq menyambutnya antusias.

“Saya kira meski hanya tiga cabor itu, tapi paling tidak kita bisa menunjukkan punya potensi dalam penyediaan spot olahraga, apalagi kaitannya dengan olahraga yang basicnya alam, seperti Arung Jeram dan Paralayang,” tandasnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *