GORONTALO (RAGORO) – Karo Rena Polda Gorontalo, Kombes Pol Suratno, membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Program Reformasi Birokrasi Polri tahun 2022. Kegiatan rakor dilaksanakan di Ball Room Hotel Maqna yang dihadiri seluruh kasubbagrenmin Satker Polda dan Kabagren Polres jajaran serta masing-masing operatornya.
Reformasi Birokrasi sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh setiap Kementerian/Lembaga dan Instansi Pemerintah mulai dari tingkatan paling pusat sampai daerah demi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang berujung pada tata kelola pemerintah yang baik (good governance) di wilayah kerjanya masing-masing. Kombes Suratno, menyampaikan berbagai komponen pengungkit meliputi 6 area perubahan dan komponen hasil meliputi 2 sasaran hasil penilaian yang masing-masing harus dipenuhi untuk mencapai predikat zona integritas.
Pertama manajemen perubahan, dimana kita mengubah sistem, pola pikir dan budaya kerja lebih baik lagi.
Kedua penataan tatalaksana, dimana kita meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas.
Ketiga, Penataan Sistem Manajemen SDM yakni dengan meningkatkan profesionalisme SDM kita yang berintegritas, netral, disiplin, kompeten, capable dan berkinerja tinggi.
Keempat penguatan akuntabilitas kita sebagai satker pelayanan publik yang dapat terukur untuk meningkatkan penilaian kinerja. Kelima penguatan pengawasan untuk meningkatkan penyelenggaraan institusi Polri khususnya Polda Gorontalo yang bersih dan bebas KKN.
Dan ke enam adalah peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang berinovasi sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. “jika keenam ini terlaksana dengan baik, maka akan memberikan nilai pada komponen hasil yang baik pula untuk institusi kita,” jelasnya.
Lebih lanjut Suratno mengajak setiap satuan kerja di wilayah Polda Gorontalo dan jajaran untuk mendukung pembangunan Zona Integritas dengan bergerak melakukan setiap perubahan perubahan pada lingkungan kerjanya masing-masing. Reformasi tidak akan berhenti, kalaupun sudah bagus, perubahan itu tidak akan berhenti, akan terus menerus terjadi mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman.
Intinya, bagaimana mengarahkan perubahan itu menjadi lebih baik, bukan sebaliknya. Institusi Polri adalah Institusi yang besar, lebih dari 1.400 Satker yang membawahi ratusan ribu anggota.
“untuk merubah organisasi yang besar ini tidak akan mudah, dengan berbagai macam kendala yang dihadapi, antara satu daerah dengan daerah lain tentu akan berbeda, mari sama-sama kita lakukan perubahan itu dimulai dari diri sendiri,” ujarnya. (awal-46)











