Bupati Gorontalo Dorong Peningkatan Minat Baca di Festival Literasi 2026

77
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":2,"adjust":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menyoroti pentingnya peningkatan literasi di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat berada dihalaman Kantor Perpustakaan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, pada Festival Literasi 2026, Rabu (14/10/2026).

​Strategi peningkatan literasi dan minat baca masyarakat. Bupati ​Sofyan Puhi menilai bahwa tingkat literasi di wilayahnya masih perlu didorong melalui berbagai strategi komprehensif.

​Akses perpustakaan dan literasi harus diperluas agar masyarakat lebih mudah menjangkaunya.
Rendahnya kunjungan warga kerap terjadi karena referensi buku yang tersedia dinilai sudah lama dan kurang menarik atau tidak sesuai dengan kebutuhan terkini.

” Sebagai contoh, petani yang ingin mencari informasi mengenai teknik penanaman jagung yang baik sering kali kesulitan menemukan literatur yang relevan di tempat umum.” Ucapnya.

​Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo didorong untuk memiliki pojok baca yang disesuaikan dengan tusi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing instansi. Dengan demikian, fasilitas baca tersedia terintegrasi di setiap kantor pelayanan.

” ​Perpustakaan desa juga perlu didorong. Kegiatan literasi juga diperluas hingga tingkat desa, termasuk di lingkungan kantor kecamatan dan desa, harus ada ruang baca,” pungkas Bupati.

Pemerintah menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti lomba bertutur serta merancang kegiatan bagi kaum muda yang gemar nongkrong.

” Ya bisa jadi dibuat sebuah tempat nongkrong. Pada malam Minggu dan malam Kamis. Aktivitas nongkrong ini diarahkan ke ruang publik yang menyediakan kafe literasi, sudut baca, hingga kegiatan bedah buku. Mugkin itu juga perlu,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *