Jayusdi Rivai: PMII Harus Kembali Perjuangkan Isu Nyata Rakyat, Bukan Terjebak Politik Praktis

51
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Ketua PC Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai, mengajak kader PMII untuk mengembalikan arah perjuangan organisasi dengan fokus pada persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, gerakan mahasiswa akan lebih bermakna jika mampu menghadirkan solusi nyata dibanding sekadar larut dalam isu politik praktis.

Hal itu disampaikan Jayusdi saat memberikan sambutan pada Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Pengurus Cabang PMII Kabupaten Gorontalo bertema “Regenerasi Adaptif, Pergerakan Transformatif: Meneguhkan Peran PMII di Tengah Tantangan Kebangsaan” yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Jumat (31/7/2026).

Dalam sambutannya, Jayusdi mengungkapkan bahwa dirinya berharap posisi Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kabupaten Gorontalo dapat diteruskan oleh senior-senior lainnya. Selama dua periode terakhir, ia telah mendampingi kepengurusan PMII, mulai dari masa kepemimpinan Sahabat Windi hingga Sahabat Sari

“Saya berharap setelah Konfercab ini ada regenerasi juga di tingkat Mabincab. Sudah saatnya senior-senior lain ikut hadir membimbing adik-adik PMII agar proses kaderisasi semakin kuat,” ujarnya.

Jayusdi menegaskan, selama mendampingi kepengurusan, dirinya selalu memberikan ruang seluas-luasnya kepada kader untuk menyampaikan pendapat. Menurutnya, kebebasan berpikir merupakan bagian penting dari tradisi intelektual PMII.

Ia kemudian menyoroti fenomena bergesernya perhatian publik terhadap isu-isu politik yang dinilai lebih sensasional dibanding persoalan nyata masyarakat.

“Anak-anak yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan, ketidakadilan yang dialami masyarakat kecil, justru sering dianggap isu kecil. Padahal itulah persoalan rakyat yang sesungguhnya dan harus menjadi perhatian gerakan mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, perjuangan terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan memberikan manfaat jangka panjang tanpa bergantung pada siapa yang sedang memegang kekuasaan.

“Kalau PMII berhasil memperjuangkan pembangunan sebuah jembatan, siapa pun Bupatinya, siapa pun Presidennya, jembatan itu tetap akan digunakan masyarakat. Itulah gerakan yang nyata,” tegasnya.

Jayusdi juga menilai gerakan mahasiswa saat ini tengah menghadapi tantangan berupa belum adanya isu bersama yang mampu menyatukan langkah perjuangan sebagaimana yang pernah terjadi pada era Reformasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk membangun perubahan melalui kemenangan-kemenangan kecil yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memulihkan kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa dengan mengawal isu-isu strategis secara konsisten dan berkelanjutan.
Di bidang organisasi, Jayusdi menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci utama menjaga keberlangsungan PMII. Seorang pemimpin, katanya, tidak boleh hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi.

“Saya bukanlah pemimpin yang berhasil apabila hanya sukses sendiri. Keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika mampu melahirkan kader-kader yang lebih hebat daripada dirinya,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar kepengurusan baru tetap berpegang teguh pada AD/ART, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi akar historis dan kultural PMII.

Mengakhiri sambutannya, Jayusdi memberikan apresiasi kepada Ketua PC PMII Kabupaten Gorontalo dan seluruh jajaran pengurus atas pengabdian mereka selama masa kepengurusan. Ia menilai hadirnya lima kandidat Ketua Cabang dalam Konfercab XVI menjadi bukti bahwa kaderisasi di tubuh PMII Kabupaten Gorontalo berjalan dinamis dan sehat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo, khususnya Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan juga Kapolres Gorontalo yang juga di Wakili Kapolsek Limboto dan serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Konfercab XVI.

“Semoga Konfercab XVI melahirkan pemimpin-pemimpin muda PMII yang adaptif, transformatif, berintegritas, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat serta kebangsaan,” tutup Jayusdi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *