Satpol Kembali Amankan Lapak di Jalan Sawah Proja

108
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":3,"remove":1,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Pihak Satpol PP Kabupaten Gorontalo kembali menertibkan lapak lapak tak berijin di areal persawahan dekat pertigaan jalan kompleks kejaksaan limboto dan Bukit Proja.

Penertiban itu dipimpin langsung oleh Kasat Satpol Taufik Margono, Kabid Trantib Eka Putra Olii dan jajaran Satpol lainnya, Kamis (09/04/26).

Penertiban ini juga dalam rangka menertibkan lapak lapak yang sedikit mengganggu pemandangan jalan alternatif diwilayah Kecamatan Limboto, Limboto Barat itu.

Kasatpol Taufik melalui Eka Putra menjelaskan selain keberadaan lapak itu sangat menggangu kawasan jalan itu, tampak juga kawasan itu seakan terlihat kumuh.

” Ini kita tertibkan, agar tidak meluas lagi. Karena biasanya dari lapak yang ada masih sedikit, akan diikuti oleh warga lainnya sehingga menjadi banyak. Ini yang kita cegah,” ucapnya.

Betapa tidak, hingga kini sudah lebih dari 5 lapak tampak dikawasan itu. Meski beberapa hanya dari kayu, namun sudah melebar, sudah menjadi besar dan banyak.

Bahkan ditemukan oleh pihak mereka sudah ada yang dibangun dari beton.
” Ini yang kita khawatirkan. Selain bakal banyak akan diikuti oleh orang lain. Beberapa sudah dicor dengan semen, lantainya, bahkan sudah ada pondasi,” papar mereka.

Khawatirnya hari ini masih sebatas kayu, lama kelamaan akan menjadi dinding beton. Sebab sudah ada yang semi permanen.
” Kasian warga kalau sudah berdiri nanti dibongkar lagi karena penertiban. Ketika ditanya juga, rata rata tidak berijin, tidak pamit pada siapapun, tiba tiba langsung membangun. Kalau sudah permenan kan sudah buang duit. Ini yang kita cegah,” pungkasnya.

Terlebih lagi nantinya kawasan itu akan menjadi kawasan alternatif juga bagi daerah untuk pelaksanaan Penas nanti.
” Kawasan itu juga bakal menjadi kawasan lain dari Penas, karena areal sawahnya luas. Beberapa bangunan atapnya sudah hampir mengenai ruas jalan. Maka ini yang kami tertibkan,” tutup Eka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *