Komisi I Deprov Gelar RDP Bahas Kerjasama Pemprov – Australia (SKALA) Dalam Program Gorontalo Satu Data

120
ADV
10
Suasana RDP Komisi I yang berlangsung diruang Dulohupa DPRD Provinsi Gorontalo.


GORONTALO (RGNEWS.COM) – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya penyatuan data dalam melalui Program Gorontalo Satu Data (GSD) yang digagas Pemprov Gorontalo bekerjasama dengan Australia melalui program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar).

Ini diungkapkan anggota Komisi I Umar Karim, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bappeda, Dinas Kominfo, Biro Hukum dan Dinas P3A dan Pemdes, terkait Data Mikro Terpilah dalam Program GSD, Rabu (28/1/2026).

Dikatakan bahwa GSD ini penting untuk penyatuan data, karena dalam perencanaan pembangunan itu butuh data yang valid dan varian data makin banyak. “Memang tadi ada kekhawatiran tentang keamanan data, namun setelah mendengarkan penjelasan dari dinas terkait tadi, bahwa keterlibatan SKALA tidak pada soal penyusunan datanya akan tetapi, mereka hanya sekedar membantu memfasilitasi kegiatannya. Itu pun yang mengerjakan tetap orang-orang kita ahlinya dari dalam negeri, jadi tidak ada kekhawatiran bahwa soal kebocoran datang dalam kegiatan itu,” tegasnya.

Sebelumnnya, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili menekankan bahwa keterlibatan SKALA dalam GSD ini hanya membantu pemerintah, karena selama ini pengelolaan data masih tumpang tindih.

“Terlebih lagi mereka sudah pernah melakukan kerjasama dengan beberapa daerah, dan juga bekerjasama dengan Bappenas, sehingga keberadaan mereka sangat membantu. Ini bukan merupakan kebijakan, tapi merupakan platform dari aplikasi yang dibuat untuk mempermudah untuk mempermudah kita, melakukan penyasaran fokus target untuk program, dan membantu kita untuk lebih mudah melakukan updateting data,” katanya.

Diungkapkan lagi SKALA hanya mencoba membantu pemerintah karena sudah tidak punya anggaran yang memadai lagi untuk itu. Maka untuk menyelesaikan pengembangan aplikasi ini, mereka membantu memberikan honor tenaga ahli kepada teman-teman yang sebelumnya sebagai tenaga ahli yang telah bekerja.

“Nah, kurang lebih itu gambaran secara umum terkait dengan bagaimana GSD yang selama ini telah berlangsung, dan sekali lagi fasilitasnya sekali itu hanya untuk menyelesaikan proses pengembangan aplikasi ini sampai dengan final dan bisa digunakan dioptimalkan dengan basis data yang baru,” pungkasnya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi I Fadli Poha itu juga dihadiri Wakil Ketua Komisi Sitti Nurayin Sompie, Ekwan Ahmad, Yeyen Sidiki, Femy Udoki dan Ramdan Liputo. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *