GORONTALO (RGNEWS.COM) – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas terkait Data Mikro Terpilah dalam Program GSD (Gorontalo Satu Data), Rabu (28/01/2026), diruang Dulohupa, Deprov.
Hal ini menjadi perhatian Komisi I, mengingat dalam pengolahan program GSD ini, Pemerintah Provinisi Gorontalo mengikutsertakan pelaksana program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) yakni sebuah Program kemitraan Australia dan Indonesia.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi, Fadli Poha ini menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, perwakilan Dinas Kominfotik, Dinas P3A dan Pemdes. Ketua komisi mengungkapkan bahwa RDP ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan Data Mikro Terpilah, bersesuaian dengan perundang undangan yang mangatur perlindungan data.
“Artinya dari program GSD yang dikerjasamakan dengan SKALA, kami ingin memastikan apakah data data yang ditampilkan bisa aman,” ujarnya. Sementara itu, anggota Komisi I Yeyen Sidiki menyatakan dukungan terharap program GSD. Namun Yeyen juga meminta penjelasan dinas terkait, perihal kerjasama pemerintah bersama Australia melalui program SKALA.
“Tadi dijelaskan bahwa ada bantuan dana dalam program kerjasama ini. Nah apakah dengan bantuan dana itu menjamin aman tidaknya data kita. Terus tadi juga dikatakan sudah masuk di perguruan tinggi, perguruan tinggi mana ini ? karena kita belum familiar banget dengan ini. Terlebih lagi kami di komisi I selalu turun lapangan, ke desa desa, kami juga belum dapat informasi mengenai dampak program ini, sudah sampai dimana penyerapannya ditingkat desa,” ungkap Srikandi Partai Golkar ini. ***











