GORONTALO (RGNEWS.COM) – Desakan pembaruan kepemimpinan di Universitas Gorontalo (UNIGO) terus menguat di tengah tahapan pemilihan rektor periode 2026-2030.
Sejumlah alumni menilai kampus membutuhkan regenerasi sekaligus target kinerja yang lebih agresif agar tidak tertinggal dari perguruan tinggi lain di Gorontalo.
Alumni UNIGO, Hariyanto Huntua, menilai regenerasi adalah langkah mendesak.
Menurut dia, UNIGO tidak bisa lagi dikelola dengan pola lama di tengah persaingan pendidikan tinggi yang makin cepat.
“UNIGO harus beralih generasi. Senior tetap menjadi penopang pengalaman, tetapi arah pengembangan kampus perlu dipegang generasi muda yang lebih adaptif terhadap perubahan,” kata Hariyanto, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan, tanpa kepemimpinan yang progresif, UNIGO akan sulit mengejar perguruan tinggi lain yang sudah berlari lebih dulu.
Sikap senada datang dari alumni STIE/UNIGO, Roni Mohammad. Ia menekankan pentingnya target akreditasi unggul sebagai ukuran kinerja rektor terpilih.
Menurut Roni, visi besar saja tidak cukup; kampus membutuhkan agenda terukur yang bisa dicapai tiap tahun.
“Siapa pun yang terpilih harus membawa perubahan besar. Setiap tahun, setiap fakultas harus menghasilkan satu program studi berakreditasi unggul,” ujar Roni.
UNIGO memiliki enam fakultas. Dengan target satu prodi unggul per fakultas setiap tahun, Roni menilai masa kepemimpinan empat tahun dapat melahirkan sedikitnya 24 program studi unggul.
“Jika itu tercapai, UNIGO dapat menyandang status universitas unggul. Ini realistis jika ada keberanian membuat terobosan,” katanya.
Roni menyebut para alumni mendukung penuh proses pemilihan rektor dan menunggu gagasan konkret dari para kandidat.
“Kami para alumni menunggu ide-ide cemerlang untuk membawa UNIGO menjadi kampus unggul,” ujarnya.
Seruan regenerasi dan target akreditasi unggul ini menjadi tekanan moral bagi para kandidat rektor UNIGO.
Momentum pemilihan kali ini dinilai krusial untuk menentukan arah modernisasi dan daya saing kampus di masa mendatang. (*)











