KAMPUS (RGNEWS.COM) – Senyum bangga terlihat dari wajah Lutfia Nurlita Botutihe dan Arya Gani.
Dua mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo ini berhasil menembus babak grand final Pemilihan Duta Kesehatan Provinsi Gorontalo 2025.
Ajang yang digelar Yayasan Pena Kehidupan Insani ini bukan sekadar kompetisi.
Lebih dari itu, pemilihan duta kesehatan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan kepedulian, inovasi, dan gagasan baru dalam membangun kesehatan masyarakat.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Transformasi Digital dan Kesehatan Holistik: Optimalisasi Peran Duta Kesehatan dalam Ekosistem Penthalix 5.0.”
Tema ini menuntut para finalis, termasuk Lutfia dan Arya, untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu membaca peluang digitalisasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Grand final akan berlangsung pada 30 Agustus 2025 di El-Hajj Convention Center, Gorontalo.
Di sana, keduanya akan bersaing dengan finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas kesehatan se-Provinsi Gorontalo.
Rektor Universitas Gorontalo menyambut prestasi ini dengan penuh apresiasi.
Baginya, keberhasilan dua mahasiswa tersebut adalah bukti bahwa kampus tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi di ruang kelas, tetapi juga generasi yang peduli terhadap isu-isu strategis kesehatan.
“Lutfia dan Arya adalah representasi generasi muda yang peduli terhadap pembangunan kesehatan bangsa.
Kami berharap keduanya dapat memberikan yang terbaik pada malam grand final nanti, serta membawa nama baik Universitas Gorontalo dan daerah,” ungkap Rektor.
Kini, langkah Lutfia dan Arya menjadi simbol optimisme Universitas Gorontalo.
Mereka tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga harapan akan lahirnya duta kesehatan yang inspiratif, berdaya saing, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (*)











