GORUT (RGNEWS.COM) – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Pengabdian Universitas Gorontalo (KKP-UNIGO) angkatan XXVI tahun 2025 Desa Tolango, Kecamatan Anggrek telah memulai program kerja, salah satunya implementasi database community diagnosis dengan menggunakan ODK Collect.
Sistem ini mulai diterapkan di Desa Tolango berbasis teknologi Real-time Positioning and Navigation dengan memanfaatkan aplikasi ODK Collect.

Sistem ini dikembangkan oleh Safrudin Tolinggi, S.KM.,M.KL, salah seorang Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIGO yang menjadi salah satu Dosen Pembimbing Lapangan KKP Desa Tolango.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data masyarakat desa yang lebih akurat, cepat, dan dapat dipantau secara langsung di lapangan.
Dengan sistem berbasis digital ini, proses pengumpulan data tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan langsung diinput melalui perangkat gawai oleh mahasiswa.

“Dengan adanya aplikasi ini, data yang dikumpulkan dapat dipantau secara real-time. Hal ini akan memudahkan pemerintah desa maupun pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkap Safrudin Tolinggi, S.KM.,M.KL.
Melalui penerapan ODK Collect, informasi mengenai kondisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi masyarakat dapat terintegrasi ke dalam satu sistem.


Data ini diharapkan menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan desa yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Kepala Desa Tolango, Rasdi Hulopi menyambut baik inovasi ini dan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik.
“Kami berterima kasih karena Desa Tolango menjadi pilot project penerapan database berbasis digital ini. Semoga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya implementasi Community Diagnosis Database berbasis ODK Collect, Desa Tolango diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Gorontalo Utara, bahkan Provinsi Gorontalo secara luas dalam mengembangkan sistem informasi berbasis digital yang lebih modern, transparan, dan efektif.
Dari Kertas ke Ponsel: Wajah Baru Pendataan Warga
Selain sebagai terobosan teknologi, penerapan ODK Collect juga membawa cerita menarik dari lapangan.
Jika dulu petugas desa harus membawa berlembar-lembar formulir kertas, kini mereka cukup menggenggam sebuah ponsel pintar saat mendatangi rumah warga.
“Lebih praktis, tidak perlu menulis berulang kali. Setelah wawancara, data langsung tersimpan otomatis,” ujar Safrudin.
Bagi warga, sistem ini memberi harapan baru. Dengan data yang lebih valid, mereka percaya program pemerintah, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun bantuan sosial akan semakin tepat sasaran.
Dari Desa Tolango, wajah baru pendataan mulai lahir : sederhana, cepat, dan akurat. Sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi perencanaan pembangunan di Gorontalo Utara. (*)











