MoU Pemda-BRI Rubah Gaya Lama Pedagang Pakai Karcis

374
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":3,"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Kerjasama dalam balutan MoU Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) digagas dalam penerbitan kartu pedagang menggunakan sistem elektronik, Senin (16/6/2025).

Dimana kebiasaan lama dalam bentuk retribusi karcis kertas akan dialihkan dalam bentuk barcode atau Qris, agar semuanya terdata secara sistem elektronik yang baik.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan kerja sama ini dilakukan mengurangi penggunaan transaksi uang tunai dan beralih ke uang elektronik.

” Ini dalam rangka mengurangi transaksi dengan uang tunai yang selama ini ada di delapan pasar yang dikelola oleh pemerintah menggunakan uang tunai dan bonggol karcis yang sudah tidak efisien lagi,” kata Sofyan.

“Hari ini kita perbarui dengan uang elektronik. Agar lebih efisiensi, aman, dan kartu ini bisa menjadi kartu untuk jaminan kesehatan bagi para pedagang,” tambahnya.

Sementara untuk sosialisasi kepada para pedagang terkait dengan hal ini telah dilakukan oleh pemerintah daerah, dan bakal dilaunching pada tanggal 29 Juni 2025.

“Kemarin kita sudah sosialisasi dengan pedagang, BRI akan menerbitkan kartunya dan tanggal 29 Juni kita akan launching,” tutup Sofyan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *