Karawo Menuju Ekonomi Desa Berbasis Inklusi Sosial

674
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KABGOR – Kemandirian desa juga terus menjadi perhatian pemerintah khususnya Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo.

Khususnya dalam mengembangkan potensi lokal SDM sumber daya manusianya, hal itu merupakan keinginan Dinas Perindag dibawah pimpinan Viktor Asiku, S.STP, M.Si.

SDM itu juga didorong dengan banyaknya potensi kedaerahan yang bagus untuk dikembangkan, khususnya kearifan lokal yakni produksi Karawo.

Hal itu terlihat dari Pelatihan Sulaman Karawo Pengembangan Inovasi dan Keterampilan Karawo Menuju Pertumbuhan Ekonomi Desa Yang Mandiri Berbasis Inklusi Sosial” di Desa Tabongo Barat Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo.

Disini Viktor memberikan materi pada kegiatan itu dimasyarakat, katanya ini bagus untuk dikembangkan menjadi satu modal usaha dalam menciptakan lapangan kerja.

” Kita tau bersama produksi kain Karawo kini terus merambah dunia industri fashion. Tidak hanya nasional namun dunia internasional. Maka potensi itu harus kita kembangkan. Kita harus mengambil peran disana, ” Ujar Viktor.

Karawo yang dikenal mulai mendunia ini produk asli Gorontalo. Maka kalau bukan kita, warga Gorontalo siapa lagi yang mengembangkannya. Maka dari itu, pelatihan pelatihan ini kita gelar dimasyarakat. Agar Karawo terus berkembang, tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *