Nelson Kris Disalami Kader PDI-P, Tampak Sangat Bersahabat

532
ADV
10
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

KOTA – Kris Wartabone Cawagub nomor urut 2 ternyata masih tetap menjadi banteng sejati diatas partainya yang sudah puluhan tahun ia bermukim dalam panggung politik.

Buktinya, usai debat Pilgub. Sosok banteng ini didatangi bahkan disalami oleh para kader PDIP. Tidak hanya itu, beberapa diantara mereka, kaum ibu, tampak memeluk erat Ibu Kris Wartabone, cukup erat, cukup dalam.

Bisa jadi perasaan mereka berbicara. “Ini seharusnya tidak terjadi”, Namun karena sesuatu dan lain hal, mereka terpaksa tidak bersama. Namun didalam hati, seakan mereka seperti satu keluarga besar, keluarga besar banteng moncong putih, PDI-Perjuangan berpuluh-puluh tahun.

Uniknya diantara mereka ada yang berani mengangkat tangan dua. Nomor urut pasangan Kris Wartabone bersama Cagubnya Prof. Nelson Pomalingo. Bahkan lantang berteriak, ” Dua, Dua, Nelson Kris, ” Ujar beberapa kader pendukung.

Ini juga dilain pihak menjadi contoh. Betapa perbedaan tetap harus menyatukan. Seiring kata Kris Wartabone, Pilgub memilih pemimpin yang bersandar pada keinginan rakyat, bukan bersandar pada keinginan pemimpin dengan hasrat kekuasaannya.

” Sebagai pemimpin bukan mewujudkan mimpi seorang pemimpin. Tapi mewujudkan mimpi rakyat, dan itu sudah kita lakukan, kita sudah buktikan, ” Tegas Kris.

Sempat juga terlihat emosi dalam debat. Kris Wartabone malam itu mengatakan itu Intrik atau Trik. Biar hadirin yang hadir diam dan mendengarkan apa visi misi dan niat Iklas kami sebagai calon dalam membangun.

” Makanya tadi usai itu, setiap kami bicara, mereka diam. Karena moderator juga sudah menegur agar tenang. Biar apa yang kami sampaikan terdengar bagi seluruh rakyat Provinsi Gorontalo, ” Ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *