Nasional

Primadona Pulau Rote Dipulangkan ke Habitat Aslinya

109
×

Primadona Pulau Rote Dipulangkan ke Habitat Aslinya

Sebarkan artikel ini
Kura-kura rote_foto_Julie Larsen Maher_WCS
  • Editor : Sahril Rasid
  • Sumber : Balai Besar KSDA NTT
  • Photo : Julie Maher WCS

KUPANG (RG.COM) Tahun 2024 menjadi momen istimewa bagi Kura-kura Rote yang akhirnyaa dikembalikan kerumah aslinya di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

 Pelepasliaran ini adalah hasil dari proses persiapan yang sangat panjang dan teliti. Kura-kura Rote hasil repatriasi telah dilatih untuk berburu mangsa di alam bebas serta dikenalkan dengan kondisi habitat yang akan mereka tempati.

Tak hanya itu, persiapan dihabitat alaminya juga dilakukan dengan berbagai penelitian dan surve iintensif, serta pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

 Upaya  ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat, khususnya para pemilik danau dan kelompok adat penjaga habitat Kura-kura Rote.

 Mereka akan menjadi “walikonservasi  Kura-kura Rote,” yang bertugas menjaga kura-kura dan habitat alaminya.

Kura-kura ini memegang peranan penting dalam ekosistem lokal; selain menjaga kesehatan perairan, bekas sarang telurnya juga membantu menyuburkan tanah dan menambah kandungan nutrisinya.

Sayangnya, reptile unik ini mengalami nasib buruk akibat maraknya perburuan di masa lalu untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan di luar negeri.

Salah satu upaya pelestarian yang dilakukan adalah melalui repatriasi satwa, yaitu mendatangkan Kura-kura Rote hasil penangkaran dari luar negeri.

 Repatriasi pertama dilakukan pada 23 September 2021, dengan membawa 13 ekorkura-kura Rote kembali ke Indonesia.

Kemudian, repatriasi kedua 8 Agustus 2023 membawa kembali 33 ekor kura-kura. Proses repatrias iini berjalan sukses berkat dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak terkait.

Kini, kura-kura Rote berada di Unit PengelolaanSatwa BBKSDA NTT di Kota Kupang.

 Di mana mereka dirawat dengan baik dan telah berhasil berkembang biak. Pelestariankura-kura Rote sangat penting untuk memastikan bahwa kita tidak kehilangan salah satu kekayaan alam yang berharga ini.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *