Headlines

Run Way Terlalu Pendek. Presiden Jokowi Perintahkan Menhub Menambah Panjang Run Way Bandara Panua Pohuwato

409
×

Run Way Terlalu Pendek. Presiden Jokowi Perintahkan Menhub Menambah Panjang Run Way Bandara Panua Pohuwato

Sebarkan artikel ini

Deatline Menhub Kerjakan Run Way  Tahun 2024 Ini -Paling Lambat 2025

  • Editor   : Sahril Rasid
  • Penulis  : Sri Fatmawar Dama

GORONTALO (RG.COM)—Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bandar udara (Bandara) baru di Provinsi Gorontalo.

Bandara Panua yang terletak di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato merupakan bandara ke dua di Provinsi Gorontalo, setelah Bandara Djalaludin Tantu di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.

Dan  Senin (22/4/2024) pagi tadi Bandara Panua diresmikan pemanfaatannya,oleh  Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya dan Bupati Saipul Mbuinga.

Presiden Jokowi tiba di Bandara Panua sekitar pukul 07.51 WITA dengan menumpangi pesawat City Link dengan tipe ATR 72-600 dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Presiden Jokowi lalu meninjau fasilitas gedung terminal dan mendengarkan paparan dari Menhub Budi Karya soal pembangunan bandara tersebut.

Presiden Jokowi menilai eksistensi bandara sangat penting untuk bersaing dengan negara lain agar kecepatan mobilitas orang dan logistik lebih baik lagi. Perputaran ekonomi bisa semakin berkembang.

“Karena ke depan bukan negara besar mengalahkan negara kecil tapi negara cepat mengalahkan negara lambat. Oleh sebab itu kita perlu cepat. Saya senang alhamdulilah Bandara Panua di Pohuwato ini telah selesai,’ kata Presiden saat memberikan sambuatnya.

Presiden Jokowi sempat menyentil besarnya anggaran pembangunan yang mencapai 473 miliar. “  ini duit semua. Gede banget,” kata Jokowi.

Dengan anggaran segitu, Presiden menyoroti pendeknya landasan yang hanya 1.200 x 30 meter, kata Preseiden masih sangat pendek.

Untuk Itu Ia memerintahkan langsung Menteri Perhubungan memperpanjang Run Way agar bisa didarati pesawat jenis lain..

“Saya lihat 1.200 itu nanggung didarati ATR full enggak bisa. Oleh sebab itu, saya perintah runway=nya harus ditambah. Paling lambat tahun depan kalau bisa tahun ini. Insyaallah,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya menyebut Bandara Panua Pohuwato merupakan bandara ke-25 dari 27 bandara yang dibangun.

Bandara yang dibangun sejak tahun 2015 itu menelan anggaran Rp437,4 miliar.

“Ini adalah salah satu legacy dari Bapak Presiden yang selalu memberikan arahan kepada kami untuk membangun bandara di semua pelosok tanah air. Kami laporkan juga anggaran untuk membangun di sini tidak kecil yaitu Rp437 miliar, karena tanahnya relatif tidak bagus sehingga kita perlu melakukan improvement dari tanah ini” tutur Budi.

Bandara Panua memiliki sejumlah fasilitas penting diantaranya landasan pacu sepanjang 1200m x 30m, taxiway 15m x 170m serta apron 110m x 70m. Gedung terminal berukuran 990m² dengan pesawat terbesar yang bisa terbang dan mendarat jenis ATR 72-600.

Pembangunan Bandara Panua sudah dimulai sejak tahun 2015 dan baru benar benar rampung pada tahun 2024. Bandara perintis itu menelan biaya keseluruhan sebesar Rp437,4 miliar, sebagian diantaranya dibiayai melalui mekanisme Surat berharga Syariah Negara *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *