Provinsi Gorontalo

Bertambahnya Indikator IHK Kabgor. Penyebab Tingginya Inflasi di Provinsi Gorontalo

453
×

Bertambahnya Indikator IHK Kabgor. Penyebab Tingginya Inflasi di Provinsi Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Tabel Inflasi
  • Editor    : Sahril Rasid
  • Penulia  : Sri Fatmawar Dama

GORONTALO (RG.COM)—Jika sebelumnya Provinsi Gorontalo inflasinya terendah ke secara nasional. Tapi dua bulan terakhir pertahanan inflasi Gorontalo ini jebol.

Naiknya inflasi di Gorontalo bukan karena tidak ada upaya dari pemerintah. Namun demikian karena disebabkan bertambahnya indikator obyek Indeks Harga Konsumen (IHK) jika dibandingkan tahun 2023.

Jika sebelumnya inflasi Provinsi Gorontalo hanya dihitung berdasarkan IHK Kota Gorontalo. Maka tahun 2024 bertambah satu daerah lagi yakni IHK Kabupaten Gorontalo.

“Pada Juni sampe Sep[1]tember tahun lalu tren inflasi kita terbilang rendah bahkan selalu berada pada urutan kedua terendah na[1]sional,” tegas Asis[1]ten Bidang Ekonomi Pembangu[1]nan Pemprov Gorontalo Handoyo Sugiharto, Selasa ke[1]marin

Namun demikian dengan bertambahnya Kabupaten Gorontalo men[1]jadi obyek perhitungan dan Kota Gorontalo maka inflasi provinsi dihitung berdasarkan nilai rata-rata antara inflasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo,” beber Handoyo.

Ini yang menyebabkan inflasi dua bulan terakhir ter[1]bilang tinggi yakni 4,4 persen pada Januari 2024 dan 3,73 persen pada Februari 2024.

Penyebab lain yang menurutnya adalah membaca data inflasi berdasarkan perbandingan tahunan (Y-on-Y) atau bu[1]lanan (M-to-M).

Inflasi Gorontalo pada Februari 2024 di angka 3,73 persen terbaca tinggi, bahkan tert[1]inggi kedua secara nasional.

Padahal jika disandingkan dengan angka bulan Febru[1]ari 2023 (Y-on-Y) sebesar 5,78% maka angka inflasi tahun ini menurun.

“Jangan inflasi tahunan jadi ukuran kinerja bulanan, seolah olah orang enggak kerja setiap bulan, itu ke[1]liru,” tegas Handoyo.

Kalau mau diukur harusnya inflasi bulanan dengan bulanan.

 Nah untuk M-to-M Provinsi Gorontalo justru mengalami deflasi di bulan Februari -1,15 persen dibandingkan bulan Januari -0,91 persen,” imbuh man[1]tan Kadis PUPR itu.

Pihaknya menyebut laju inflasi di Gorontalo bulan Februari 2024 dipengaruhi dari kelompok makanan, minuman dan tembakau pada komoditas beras, daun bawang, daging ayam ras, minyak goreng dan kue basah.

Sementara deflasi terjadi untuk komoditas tomat, cabe rawit, bawang merah, ikan cakalang dan ikan selar/tude.

Terkait tren Inflasi khususnya komoditas pan[1]gan ini , Pak PJ Gubernur terus memantau pelak[1]sanaan Program pada tiap OPD dan instansi terkait lainnya.

Sebagai contoh, Pemprov bekerjasama den[1]gan Bulog Gorontalo gencar menyalurkan beras SPHP.

Pelaksanaan operasi pasar oleh Dinas Kumperindag dengan mengintervensi harga beras kepada pedan[1]gang beras di pasar tradi[1]sional Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo

Ada sekitar 20 kabupaten/kota secara na[1]sional yang ditambahkan menjadi obyek Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk menghitung inflasi.

 Salah satunya Gorontalo Program lainnya yakni gerakan pangan murah di kota dan kabupaten jelang Ramadan 1445 Hijiriyah.

Percepatan penyaluran pro[1]gram BLP3G pada dinas Sosial Dinas Pertanian melakukan penyaluran ban[1]tuan benih cabai rawit, tomat dan padi hibrida.

Selanjutnya, Dinas Keta[1]hanan Pangan menyalurkan benih cabai rawit kepada sekolah sekolah sebagai bagian dari program Ger[1]mas Batari.

Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan ikan segar kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara rutin selalu berkoordinasi dgn Bank Indonesia Gorontalo

untuk melaksanakan High Level Meeting dengan pemerintah kabupaten/kota serta selalu turun ke lapangan untuk melaksanakan 4K yakni mengecek Ketersedi[1]aan Pasokan.

 Keter[1]jangkauan Harga, Kelancaran distribusi serta Komunikasi Efektif dalam rangka mengendalikan In[1]flasi di Provinsi Gorontalo. ******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *