Headlines

PKB Gorontalo Tutup Mulut, Reyna Usman Terperangkap Pusaran Politik ?

1996
×

PKB Gorontalo Tutup Mulut, Reyna Usman Terperangkap Pusaran Politik ?

Sebarkan artikel ini
Reyna Usman

Penulis/Editor : Sahril Rasid

GORONTALO  (RG.COM) Proyek system proteksi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI  terinformasi terjadi tahun 2012.

Jika mengacu pada tahunnya, maka proyek ini diera Muhaimin Iskandar menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2015).

Inilah menjadikan pertanyaan, kenapa proyek tahun 2012 baru diangkat komisi pemberantasan korupsi (KPK) RI ditahun 2023 disaat menjelang Pemilu.

Ditetapkannya Reyna Usman dan dua tersangka lainnya dinilai syarat dengan masalah politik.

Orang dekat Reyna mengaku, Reyna beberapa kali dimintai keterangan. Dan itu sudah cukup lama, belakangan kaget ketika ada penetapan tersangka.

Beberapa pejabat senior bahkan sudah memasuki masa pensiun, termasuk Reyna Usman yang berkarir birokrat di Kemnaker sejak 1986 dan pensiun 2021 lalu.

Ada dugaan kasus ini memang diangkat kepermukaan, karena ada misi politik dengan target tokoh besar PKB.Ditetapkan tiga tersangka hanya sebagai pintu masuknya.

Sementara itu pengurus PKB Provinsi Gorontalo melakukan aksi diam, terkait dengan ditetapkan caleg DPR-RI Reyna Usman oleh KPK.

Wakil Ketua DPW PKB Moh Tojib AR Boky saat dihubungi Rakyat Gorontalo,Com Minggu (27/08/2023) pagi tadi mengaku tidak punya kapasitas untuk menanggapi.

“ Mohon maaf, saya tidak punya kapasitas untuk menanggapi pertanyaan ini. Coba langsung saja ke ketua DPW PKB  Provinsi Gorontalo,’ kata Moh Tojim,

Sementara itu Ketua DPW PKB Provinsi Gorontalo Nihayatul Wafira yang dihubungi via selular tidak merespon. Demikian juga melalui pesan Whasht app tidak dibalas.

Hanya saja belakangan terinformasi, sudah ada instruksi  diinternal PKB Gorontalo, untuk tidak merespon pertanyaan wartawan terkait Reyna Usman.

KPK TETAPKAN TERSANGKA

Seperti diberitakan Rakyat Gorontalo.Com siang tadi. BPK Ri tengah mengusut dugaan korupsi proyek sistem proteksi tenaga kerja Indonesia (TKI) pada Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

“ASN dua dan swasta satu,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023) seperti dikutip dari sumber detik.com

“Sistem itu digunakan untuk pengolahan data proteksi TKI sehingga dapat dilakukan pengawasan atau pengendalian,” Kata Ali Fikri.

Dia mengatakan kasus ini mengakibatkan kerugian keuangan negara. Namun Ali belum menyebutkan berapa total kerugian negara dan identitas para tersangka.

“Dan dugaan korupsi ini terkait dengan Pasal 2 atau Pasal 3 yang terkait dengan kerugian keuangan negara sehingga butuh waktu, termasuk untuk menghitung kerugian keuangan negaranya,” jelas Ali.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari sumber detikcom, dugaan korupsi di Kemnaker ini menyebabkan banyak TKI yang berada di Malaysia dan Arab Saudi tidak terpantau kondisinya.

Masih berdasarkan informasi sumber detikcom, salah satu tersangka dalam kasus ini ialah Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker, I Nyoman Darmanta.

Selain itu, ada Reyna Usman yang saat kasus ini terjadi menjabat Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pihak swasta bernama Karunia.

Kemnaker sebelumnya telah mengatakan akan menghormati hukum yang berlaku setelah kantornya digeledah KPK. Kemnaker akan terus memberikan informasi terkait kasus ini.

“Tentunya kita menghormati sekaligus mengikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadhly Harahap di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Jumat (18/8) kemarin.

Dan seperti yang dikutip dari JawaPos,Com Kamis (24/8/2023) kemarin. KPK juga sudah sudah melakukan langkah pencegahan keluar negeri ke direktorat  jenderal imigrasi Kemenkumham.

Sementara itu sejumlah kerabat Reyna Usman yang coba dikonfirmasi terkait penetapakan KPK di Gorontalo tidak berhasil dihubungi. Di hubungi via selular tidak aktif dan Whast App****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *