GORONTALO (RAGORO) – Zainudin Amali (ZA) dan Rachmat Gobel (RG) tak mungkin akan berhadap-hadapan di Pilgub. Sebab motivasi mereka ke Pilgub bukan untuk sebuah kekuasaan, mereka datang untuk membangun, makanya kalau mereka melihat ada yang bisa membawa Gorontalo lebih maju, maka pasti mereka akan mendukungnya. Kita semua tahu kalau dua tokoh ini tidak mungkin cari duit di daerah kecil seperti Gorontalo. Gorontalo bukan lahan bagi dua tokoh nasional itu, Gorontalo adalah tempat pengabdian. Jadi sangat tidak mungkin kalau RG dan ZA mau rebutan kekuasaan di Gorontalo. Memang banyak orang menginginkan agar tokoh-tokoh Gorontalo di perantauan turun ke Pilgub, misalnya Rachmat gandeng Marten, Zainudin Amali gandeng Nelson, Roem Kono gandeng Syarief dan Tonny Uloli gandeng Elnino. Lalu lewat partai apa mereka akan maju, kalau RG sudah pasti punya Nasdem, Roem punya Golkar, dan kalau hasil Pileg nanti tetap 10 kursi, maka Golkar tak perlu koalisi. Sementara untuk Zainudin kabarnya dia tidak akan maju dengan partai Golkar, besar kemungkinan lewat independen, meski pun ada PPP yang dibawa Nelson. Nasdem juga mengincar 9 kursi, dan kalau itu tercapai, maka tak butuh koalisi. Sementara Tonny – Elnino bisa koalisi PDIP – Gerindra. Sementara PAN, Demokrat, dan PKS bisa saja ada yang ke Nasdem, ke Golkar atau mereka akan berkoalisi dengan PPP. Hanya saja sejumlah pengamat meyakini nama-nama di atas tak mungkin baku abis di Pilgub, bahkan kalau ZA maju dan dapat pasangan yang tepat, maka besar kemungkinan akan melawan Kotak Kosong. Bukan karena tak ada yang berani melawannya, melainkan legowo pada Zainudin Amali. Sebaliknya juga begitu, kalau Rachmat maju dan dapat pasangan yang tepat pula, maka bisa lawannya adalah kotak kosong. (LaAwal-46)
Pilgub ‘Panggung’ Kecil Untuk ZA – RG
10











