Bawaslu: Media Massa Perkuat Pengawasan Pemilu 2024

396
ADV
10
RAPAT Koordinasi pengelolaan layanan informasi publik dalam rangka pengawasan tahapan Pemilu. (foto/istimewa )

GORUT (RAGORO) – Kesadaran berdemokrasi perlu dimiliki oleh setiap warga negara, termasuk para pekerja media massa yang berperan dalam pelaksanaan pengawasan tahapan Pemilu serentak tahun 2024. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo, Jaharudin Umar, saat membuka rapat koordinasi pengelolaan layanan informasi publik Bawaslu Provinsi dan Kabupaten Kota bersama media massa dalam rangka persiapan pelaksanaan pengawasan tahapan Pemilu serentak tahun 2024, di Hotel El-Madinah Kota, Selasa (7/6/2022). “untuk membangun kesadaran berdemokrasi bagi seluruh lapisan masyarakat, tentunya Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, butuh kerjasama dan bantuan berbagai pihak, termasuk media massa. Jaharudin menambahkan kelompok media massa adalah bagian perhatian Bawaslu Provinsi Gorontalo. Kenapa media massa? karena peran media sangat penting dalam penyebaran informasi publik terkait dengan kesuksesan Pemilu, khususnya pelaksanaan pengawasan Pemilu. “tentunya Bawaslu dan media massa punya persepsi yang sama, bagaimana membangun demokrasi yang baik,” ungkapnya. Jaharudin menyadari, upaya membangun demokrasi yang baik, tidak hanya lewat penyelenggara pemilu sebagaimana amanat undang-undang, tetapi diharapkan dibangun lewat kekuatan kelompok masyarakat, termasuk media massa. Sehingga itu, Jaharudin berharap kelompok media massa ini tidak hanya menjadi subjek Pemilu atau sasaran penyelenggara pemilu, tapi juga menjadi pelaku pemilu. “kami berharap media massa berperan dalam mengedukasi masyarakat soal kepemiluan, serta membangun kesadaran berdemokrasi, terlebih dalam pengawasan tahapan Pemilu,” jelasnya. Pada kesempatan itu juga, Jaharudin berharap media massa dapat mempublikasikan secara rutin kepada masyarakat tentang informasi-informasi tentang kepemiluan. Sementara itu, tenaga ahli Bawaslu Republik Indonesia, Sulastio, mengatakan di era digital sekarang ini, maka pengelolaan informasi yang disediakan oleh Bawaslu terus bertransformasi. Artinya, pengunaan informasi teknologi sudah menjadi kebutuhan Bawaslu di era moderen berbasis IT sekarang ini. Sehingga itu, untuk saat ini, 90 persen pengelolaan dan pelayanan informasi di Bawaslu sudah dilakukan secara online. Pengelolaan informasi secara digital, sangat memberikan manfaat yang besar bagi Bawaslu, yakni tingkat kepercayaan publik yang meningkat ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pengakses di Bawaslu, serta coverage pemberitaan dan publikasi Bawaslu semakin meningkat. “pada intinya, media massa sangat berperan penting dalam mengawal dan mengawasi serta mensukseskan pemilu serentak tahun 2024,” tutur Sulastio. (LaAwal-46)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *