GORUT (RAGORO) – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022 tingkat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang dipusatkan di Lapangan Desa Wubudu, Kecamatan Sumalata Timur, Selasa (7/6) kemarin, berlangsung hikmat dan meriah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu yang diundang hadir langsung pada kegiatan tersebut dalam sambutannya mengaku bangga.
Ia pun berterima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan yang dirangkaikan dengan kampanye bahaya merkuri kepada siswa dan siswi tingkat PAUD, TK dan SD sederajat di wilayah Kabupaten Gorut, khususnya Kecamatan Sumalata Timur.
Menurutnya, kampanye bahaya merkuri tentu hal penting dan mendasar bagi semua orang. Olehnya orang nomor satu di Kabupaten Gorut itu meminta agar kampanye mengenai hal tersebut terus digelorakan.
Ia juga meminta anak-anak yang kemudian bisa tampil bercerita (mohungguli, bahasa Gorontalo) atau mendonggeng dapat dibawa ke sekolah lainnya dan dalam berbagai pertemuan, untuk terus menerus mengkampanyekan bahaya merkuri ini.
“Karena kami harapkan kampanye ini, tidak hanya hari ini (kemarin, red). Karena ini adalah proses pengetahuan dan mungkin akan lebih efektif kalau anak-anak itu sendiri yang mengkampanyekan kepada anak-anak lainnya,” tuturnya.
Oleh karena itu, terkait hal ini, Thariq mengaku, pihaknya yang sudah terlibat pada diskusi-diskusi awal memandang bahwa kampanye bahaya merkuri ini adalah solusi.
Karena pertambangan rakyat berskala kecil yang sudah berjalan ratusan tahun dan tidak mudah untuk secara langsung dihilangkan.
“Namun, optimisme kami muncul karena ada pendekatan baru, yang menjadikan pertambangan ini sebagai sesuatu yang on off. Artinya, bukan karena ada merkuri lalu langsung ditutup saja. Tapi, ada sebuah pendekatan atau terobosan yang dilakukan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Thariq mengatakan, pihaknya berharap, kerja sama yang terbangun dengan Global Opportunities for Long-term Development of Artisanal Small-scale Gold Mining (ASGM) Sector, Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia’s ASGM yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait bahaya merkuri ini terus dipertahankan.
Di samping itu, Ia juga meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemantauan atau monitoring ke wilayah pertambangan lainnya yang ada di Gorut.
“Karena rupanya kami mendapat informasi selain di wilayah Sumalata ini, ada juga di kecamatan lain punya pertambangan yang berskala kecil. Makanya itu juga harus dipantau. Karena kita ingin bahwa project yang sejauh ini berhasil di Kecamatan Sumalata Timur, khususnya di Desa Hulawa, itu bisa berlangsung di tempat lain, apabila muncul masalah yang sama,” terangnya. (RG-56)











