GORONTALO (RAGORO) – Kabgor banyak melahirkan Bupati dari kalangan birokrat dan banyak diantaranya dari Sekda. Medy Botutihe dari Sekda di Kabgor lalu jadi Walikota, demikian pula dengan David Bobihoe dari Sekda kemudian jadi Bupati. Lalu ada Iwan Bokings dari Kadis Pertanian kemudian jadi Bupati Boalemo, ada juga Indra Yasin dari pejabat di Deppen Kabgor kemudian jadi Bupati di Gorut. Lalu ada Ismet Mile dari Kadis kemudian jadi Wabup di Kabgor kemudian jadi Bupati di Bonebol. Dan terakhir ada nama Idris Rahim dari Kabag Pembangunan Kabgor lalu jadi Sekprov dan kemudian jadi Wagub. Sesungguhnya Kabgor tidak pernah kekurangan kader birokrat untuk naik panggung politik. Dari Pilkada ke Pilkada ada saja kader birokrat yang bertarung di Pilkada kecuali pada Pilgub kemarin. Nah, ke depan sudah mulai nampak sejumlah birokrat Kabgor yang dinilai memiliki kemampuan bertarung di Pilbup. Siapa saja mereka? Pertama ada mantan Sekda Khadijah Tayeb, ada Rahmijati Yahya, dan Roni Sampir yang kini menjabat sebagai Sekda Kabgor. Pria kelahiran 66 ini memang sudah lama masuk dalam amatan politik. Dimata mereka, birokrat dengan Shio Kuda punya talenta menjadi aktor di panggung politik, dan ternyata penciuman para politisi ini memang tak keliru, buktinya Roni Sampir terpilih menjadi Sekda, jabatan paling tinggi di birokrasi dan tentu saja tak mudah bisa menjadi panglima ASN kalau tak memiliki keunggulan-keunggulan. Nah, berada di puncak karir sebagai ASN, berarti tinggal selangkah lagi ke panggung politik. Sekarang ini sudah ada 3 partai yang naksir mantan Kadis Kesehatan ini. Ingat, ketika Medi Botutihe jadi Walikota, dia mendapat dukungan besar dari Bupati Imam Nooriman lewat Jalur A Golkar. Seperti diketahui Medi dijagokan Jalur B Golkar pada Pilbup Kabgor, tetapi sebagai Sekda, sebagai sesama kader Golkar, Medi tak mau berhadapan dengan Bupatinya, makanya dia memilih mundur dari pencalonan, kemudian mengarahkan semua Aleg Golkar dari Jalur B untuk memilih Imam Nooriman pada Pemilihan Bupati yang ketika itu masih di pilih DPR. Setelah itu Medy diarahkan menjadi Walikota dengan dukungan besar Jalur A. Demikian pula dengan David Bobihoe, dengan dukungan besar Bupati Achmad Pakaya, maka sang Sekda bisa jadi Bupati. Nah, kalau nanti Roni Sampir mendapat dukungan dari Nelson sebagai Bupati yang juga ketua partai, tentu posisinya akan sangat kuat. (LaAwal-46)











