GORONTALO (RAGORO) – Hamid Kuna memang spesialis partai kecil dan dia sangat bertangan dingin sebagai seorang pemimpin partai. Lihat saja perjalanan karir politiknya selama ini. Pertama dia memimpin PBB dan partai yang didirikan Yusril itu jadi salah satu partai papan atas di Gorontalo, setelah partai itu besar mulai terjadi gesekan di dalam Hamid pun memilih keluar dari PBB dan dia kemudian memegang Hanura partai ini jadi partai besar di Gorontalo dan berhasil merebut kursi Wakil Ketua Deprov.
Partai ini juga punya kursi di seluruh Kabupaten dan Kota. Melihat Hanura sudah besar, banyak orang mulai tergiur untuk memimpin Hanura . Kisruh yang terjadi di tingkat DPP merambah sampai je daerah dan situasi ini dimanfaatkan oleh orang orang tertentu untuk merebut Hanura dan Hamid yang tak suka bertikai melepas Ketua Hanura akibatnya pada Pemilu 2019 kursi Hanura terjun bebas, untung saja Hamid dan Guntur Talib tetap bertahan di Hanura sehingga partai ini masih bertahan di Deprov meski tinggal 2 kursi saja.
Pertanyaannya apakah Hamid masih akan bertahan di Hanura pada Pileg nanti ? “saya selalu bersemangat membesarkan partai partai kecil, karena itu kalau Hanura lolos ferivikasi maka saya akan tetap bertahan di Hanura sambil membangun kembali dari bawah, ” kilahnya. Jika tidak maka dia akan memilih bergabung dengan partai kecil.
Sikapnya ini sama dengan dulu ketika dia keluar dari PBB. Tokoh tokoh Golkar seperti Ishak Liputo membujuk Hamid untuk bergabung dengan Golkar tetapi Hamid menolak lalu memilih gabung Hanura. (RG-25)
Hamid Spesialisasi Partai Kecil
10











