Sambut Baik Silaturahim Malam Ketupat KKIG

356
ADV
10
Silaturahmi KKIG yang dihadiri Bupati Nelson Pomalingo. (Foto:dok)

KABGOR – Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Pusat merajut kebersamaan dalam agenda malam lebaran ketupat dan silaturahim KKIG bersama ketua DPP KKIG,Minggu (8/5).

Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Pusat, Hi. Sjafrudin Mosii, dalam sambutannya mengapresiasi perkembangan Provinsi Gorontalo. Disini banyak potensi, budaya dan wisata Gorontalo yang terus digaungkan sehingga yang datang di Gorontalo makin banyak untuk pertumbuhan ekonomi Gorontalo itu sendiri.

Sementara itu,Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang hadir pada kegiatan itu menyanbut baik silaturahim KKIG tersebut.

Ia megatakan, kontribusi para masyatakat rantau dan KKIG luar biasa dan sangat dibutuhkan dan itu terlihat dalam sejarah pembentukan provinsi Gorontalo kontribusi masyarakat rantau sangat luar biasa.

“Kontribusi lain pada saat bertepatan dengan akhir bulan puasa ada lomba tumbilotohe tahun 2000 dan disitu silatnas 1 terjadi dan seluruh masyarakat perantau datang. Pada silatnas itu, kita rapat bagaimana pembentukan provinsi Gorontalo, kita sepakat dan alhamndulillah Provinsi Gorontalo saat ini sudah berusia 20 tahun dan itu atas kontribusi yang besar dari masyarakat perantau,” ungkap Nelson.

Tadi, kata Nelson Pak Ketua KKIG menyampaikan dua potensi besar yang harus didorong. Pertama, tradisi tumbilotohe dan hari raya ketupat digaungkan terus.

Memang tumbilotohe penting karena sebagai tradisi. Karena itu di Kabupaten Gorontalo sejak saya jadi bupati digaungkan tapi karena dua tahun kemarin ada covid maka tidak dilaksanakan.

Tapi untuk tahun ini, diberikan kelonggaran karena semakin menurun angka covid dan vaksinasi terus dilakukan.
Bahkan baru -, baru ini untuk mempertahankan tradisi tumbilotohe maka kemendikbud oleh balai budaya kerjasama dengan pemerintah kabupaten Gorontalo dibuat felm dokumenter dan kita dorong agar tradisi ini makin dikenal.

Kedua tradisi ketupat sejak saya awal jadi bupati untuk selalu mengingatkan tradisi ini maka dibuatlah tugu ketupat disimpang tiga desa yosonegoro limboto barat.

” Inilah pentingnya kontribusi dan saran dari KKIG dan masyarakat rantau,” tandas Nelson. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *