GORUT (RAGORO) – Ke depan, dalam pengelolaan persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) akan meniru beberapa daerah yang telah maju dalam pengelolaan, salah satunya Bali.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ilyas Lagarusu, setelah belum lama ini hadir pada Indonesia International Waste Expo (IIWAS) Trisenses Bali Tahun 2022 di Park23 Creative Hub, Badung, Bali. “Kita ketahui sampah ini masuk dalam 10 permasalahan lingkungan dan berada di urutan pertama, dengan presentase permasalahan yang timbul sebesar 40 persen,” ungkap Ilyas.
Makanya, persoalan sampah ini kata Ilyas, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, baik pusat hingga daerah yang harus diseriusi. “Kalau di Bali itu, mereka mengelola sampah dari sumber sampah. Dari mana sumber sampah berasal, ya dari setiap rumah tangga.
Jadi, dari sumber sampah itu, setiap sampah sudah dipilah dan diolah, mana plastiknya, mana kompos dan mana residu. Sehingga pengelolaannya tidak ribet. Karena sampah telah terlebih dahulu dipilah dari sumber sampah,” tuturnya.
Dengan demikian maka lanjut Ilyas, sampah yang nantinya sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan lebih sedikit dibanding sebelumnya.
“Bahkan di Bali itu ada target tak perlu menyiapkan TPA, karena memang semua sampah yang telah dipilah dari sumbernya, dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Yang plastik dapat di daur ulang, sedangkan yang kompos dapat diolah menjadi pupuk dan lain sebagainya. Sementara untuk residu, bisa diolah, bahkan ada yang menjadi material aspal,” terang Ilyas.
Nah, terkait dengan itu, pihaknya kata Ilyas ke depan mempersiapkan langkah-langkah yang nantinya menunjang mengenai pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Hanya memang ini butuh komitmen bersama hingga pemerintah di tingkat desa. Saya kira kalau kita punya komitmen yang sama, maka tidak sulit untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang menguntungkan secara ekonomis dan melindungi lingkungan kita agar tetap asri dan terhindar dari sampah,” tandasnya. (RG-56)











