IDM Gambaran Kondisi Daerah

507
ADV
10
Plt Bupati Gorut, Thariq Modanggu saat hadir pada launching IDM tingkat Kecamatan Tomilito, pekan lalu. (Foto : hmskominfo_gorut)

GORUT (RAGORO) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu mengatakan, keberhasilan beberapa desa di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) terhadap Indeks Desa Membangun (IDM), tentu perlu dimaknai bahwasanya itu merupakan gambaran dari kondisi daerah, terlebih di desa masing-masing.

Dari status tertinggal, kemudian berkembang, maju dan mandiri, menurut Thariq itu menjadi tolok ukur perkembangan desa di setiap tahunnya.

“Artinya, pembangunan di desa diukur dari Indeks Desa Membangun (IDM). Apakah selama ini pelaksanaan pembangunan di desa dengan gelontoran dana desa dari pusat dan alokasi dana desa dari daerah telah berhasil mengembangkan desa ke arah lebih baik, atau justru sebaliknya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Thariq berharap IDM menjadi standar bagi pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten, untuk melakukan intervensi terhadap pembangunan yang ada di desa. “Ya, tentu dari segala aspek, baik itu dari ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, ekologi, sosial, semuanya terakumulasi di situ (Indeks Desa Membangun),” imbuhnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap, bahwasanya proses penginputan IDM sudah berjalan mestinya sesuai aturan.

“Karena kalau tidak sesuai aturan atau ada yang tidak sesuai fakta di lapangan, tentu hanya indeksnya yang bagus, tapi fakta di lapangan tidak bagus.

Akan tetapi, saya yakin dan percaya bahwa petugas atau pun operator, termasuk pendamping desa dan pendamping lokal desa, sudah menyusun semestinya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Thariq meminta keberhasilan desa-desa di Kabupaten Gorut kaitan dengan IDM, perlu diberi reward lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Makanya, saya berharap ke depan, untuk anggaran di DPMD, itu saya minta dianggarkan dana apresiasi bagi desa-desa yang berhasil mencapai prestasi seperti ini. Supaya ada perbedaan, yang berprestasi dan tidak berprestasi.

Karena tidak semangat orang, kalau hanya dianggap sama, padahal dari segi prestasi atau pun kinerja ada perbedaan,” terangnya. (RG-56)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *