Tambang Dengilo Menuai Protes

572
ADV
10
Anggota tim dapil VI kabupaten Boalemo-Pohuwato, Ismail Alulu, saat menerima aspirasi masyarakat di kecamatan Dengilo Cs, yang mayoritas mengeluhkan aktivitas pertambangan di Tambang Dengilo. (foto: yanto mahmud)

DENGILO (RG) – Dibukanya kembali aktivitas pertambangan di wilayah kecamatan Dengilo, kabupaten Pohuwato, menuai protes dari masyarakat di hampir semua titik pelaksanaan reses yang dilakoni anggota tim dapil VI kabupaten Boalemo-Pohuwato, Ismail Alulu. “Di hampir semua titik dari pelaksanaan reses yang saya lakukan, mayoritas yang menjadi keluhan masyarakat di kecamatan Dengilo, adalah dibukanya kembali aktivitas pertambangan. Karena dampaknya, menurut masyarakat, dari aktivitas pertambangan itu, lahan pertanian mereka diduga sudah tercemar. Karena airnya sudah berwarna kehitam-hitaman. Bahkan, dampak dari pencemarannya, sudah sampai ke laut,” ungkap Ismail Alulu. “Olehnya, saya berharap, ada kebijakan pemerintah. Jika memang, pertambangan di Dengilo dibolehkan untuk dibuka atau bisa menjadi aktivitas masyarakat, maka perlu dipetakan, mana yang bisa dikelola, dan mana yang tidak. Untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat, terjadinya pencemaran lingkungan,” pinta Alulu.

RAWAN KONFLIK
Disisi lain, yang dikhawatirkan oleh Ismail Alulu, jika dibiarkan aktivitas pertambangan di Dengilo tanpa solusi, maka yang timbul adalah peta konflik di antar masyarakatnya. “Karena tidak dipungkiri, satu sama lain dari masyarakat yang protes, maupun mereka yang bekerja sebagai penambang, masih ada jalinan kekerabatan. Yang dikhawatirkan akan timbul konflik berkepanjangan, jika tidak dibijaksanai oleh pemerintah, solusi dibukanya kembali aktivitas tambang Dengilo tersebut,” jelas Ismail Alulu. (ayi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *