GORONTALO (RAGORO) – Kalau ada yang tak suka pada Marten Taha itu biasa, karena sebagai politisi pasti ada yang tak menyukai secara politik, tetapi Marten perlu bersyukur karena rakyat tak ada yang menyumpahinya karena terlalu benci.
Sebagai Walikota pertama yang terpilih dua periode di era reformasi, belum pernah terdengar sekali pun Marten menyakiti hati rakyat.
Dia tak pernah ada kebijakannya yang merugikan rakyat, bahkan pembangunan kembali Pasar Tua tidak menimbulkan gejolak di kalangan PKL, karena nafas dari pembangunan itu sendiri adalah untuk kepentingan rakyat Gorontalo, karena Pasar Tua ini akan disulap menjadi pusat perdagangan yang akan jadi icon Kota Gorontalo.
Walikota menegaskan pembangunan Pasar Tua ini tidak untuk menyingkirkan, hanya saja Pasar Tua ini tak boleh lagi semerawut dan kumuh, semua pedagang harus ikut aturan yang nanti akan diterapkan Pemkot.
Warga Kota dari berbagai agama mendoakan Walikota Gorontalo supaya diberi kesehatan dan umur panjang. Beberapa waktu lalu Imam Masjid Nur mendoakan Walikota.
Bahkan Jum’ at kemarin, umat Budha juga mendoakan Marten, boleh jadi karena doa-doa rakyat Kota Gorontalo itulah, maka Walikota Gorontalo itu bisa tiba dengan selamat di Gorontalo.
Betapa tidak, pada Jum’at kemarin, pesawat yang ditumpangi Walikota mengalami kerusakan mesin di udara, pesawat terpaksa kembali lagi.
Walikota Gorontalo dan Sekda melakukan kunjungan ke Buleleng Bali. Kunjungan kesana itu memang untuk studi banding soal kerja sama antara pemerintah dengan swasta di bidang pengelolaan aset.
Mengapa Buleleng, karena Kabupaten itu sudah berhasil melaksanakannya. Yang Paling menarik dalam dalam studi komparasi itu hadir tim dari Rachmat Gobel, kontan saja muncul spekulasi politik yang dikaitkan dengan 2024.
Banyak sekali orang yang bertanya ke RAGORO, apa hasil pertemuan RG dengan MT di Buleleng Bali itu. Tetapi Walikota mengatakan kunjungan ke Buleleng itu murni studi banding, tak ada urusan politik, bahkan kata dia, RG berhalangan hadir karena ada urusan negara.
Sementara itu, Mikson Yapanto hanya mengatakan bahwa hubungan RG dan MT semakin hari semakin mesrah. “namnya politisi pasti ada diskusi-diskusi politik bila berjumpa,” ujarnya. (awal-46)











