Kabgor PemkabKabupaten Gorontalo

Lagi, NP Uji Mahasiswa Pasca Sarjana

194
×

Lagi, NP Uji Mahasiswa Pasca Sarjana

Sebarkan artikel ini
Nelson mejadi salah satu tim penguji ahli dalam Ujian Tesis Bagi Mahasiswa Program Magister (S2). (Foto:dok)

KABGOR – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mejadi salah satu tim penguji ahli dalam Ujian Tesis Bagi Mahasiswa Program Magister (S2) Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Selasa, (25/01) di Ruang Kuliah (R.K) 2.1 Lt. 2 Pascasarjana UNG.

Bupati Nelson merasa bangga salah satu dari tim penguji, lebih menarik dan membanggakan lagi mahasiswa tersebut merupakan salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gorontalo.

Sehingga hal ini sebagai bentuk wujud peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Gorontalo dari aspek birokrasi.

“Hal ini sangat membanggakan bagi saya, serta menjadikan kabupaten Gorontalo sebagai lokasi riset dengan menggunakan data ilmiah sebagai sadar,” ujar Nelson.

Adapun judul tesis yakni studi kausalitas kemampuan fisikal daerah, persepsi dan komitmen pelanggaran aksi perubahan iklim di linfgkungan Pemerintah kabupaten Gorontalo oleh Goldfred Alex Kojongkam.

Kabupaten Gorontalo adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kerentanan yang tinggi terhadapbencana akibat dampak perubahan iklim, Kejadian bencana 10 tahun terakhir (2010-2019) di Kabupaten Gorontalo didominasi oleh banjir dan puting beliung serta kekeringan, Bencana banjir terjadi setiap tahunnya dan membutuhkan penanganan yang komprehensif.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sinergi antar pemangku kepentingandalam perumusan kebijakan dan program pembangunan daerahterkait pengendalian perubahan iklim, antara lain dengan mendorong instrumen pembiayaan untuk konservasi dan pelestarian alam, sebagai upaya mengatasirisiko perubahan iklim.

Lewat instrument ini, pemerintah daerahdiharuskan memiliki kapasitas fiska untuk aksi perubahan iklim,selain itu persepsi pemerintah terhadap aksi perubahan Iklim harus memadai, agar bisa mempengaruhi komitmen penganggaran aksi adaptasi yang akan di ambil oleh para pemangku di tingkat pemerintah daerah. (RG.53)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *