BOTU (RG) – Sehubungan dengan hanya diakomodirnya 14 cabang olahraga (cabor) yang masuk ke dalam program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di pemerintah pusat, tentu telah berdasar atau mengakomodir alasannya. Apa itu?
Wakil Ketua Deprov, Sofyan Puhi, yang belum lama ini memimpin jajaran Komisi Gabungan di Deprov, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, menjelaskan, hal itu didasarkan pada kajian prestasi yang diraih oleh atlit-atlit asal Indonesia sendiri, di kancah olahraga dunia, seperti Olimpiade.
“Ke 14 cabor pilihan di DBON itu, sudah beroleh kajian dari hasil atau prestasi yang mayoritas kerap diraih atlit-atlit Indonesia di perhelatan olahraga dunia,” sahut Sofyan.
Lalu bagaimana di lingkup pengembangan olahraga di provinsi Gorontalo sendiri? Sofyan menjawab, tentunya dengan berpegangan pada target nasional akan kajian hasil dan prestasi di kancah dunia, seperti olimpiade.
Maka, sesuai tingkatannya, Sofyan berharap pengembangan olahraga di Gorontalo pun, akan beroleh kajian dari hasil atau prestasi yang diperoleh kontingen atlit asal provinsi Gorontalo, di Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Karena di pusat, kajiannya dari hasil yang diraih di kancah olimpiade, maka untuk kajian di daerah, kami (Deprov) berharap targetnya dari hasil atau prestasi di PON. Bukan dari mengikuti kejurnas-kejurnas, atau kompetisi lainnya.” harap Sofyan Puhi. (ayi)











