GORONTALO (RAGORO) – Nelson bukan politisi biasa, dia Guru Besar yang pernah jadi Rektor di dua Universitas. Pengalamannya dalam forum-forum seminar dan diskusi, baik itu di tingkat lokal maupun nasional, tentu saja dia membutuhkan kawan diskusi. Dalam dialog Publik forumnya adalah forum politik, tetapi Nelson yang Ketua DPW PPP dan dua periode Bupati Gorontalo, tentu mampu menghadapi para politisi dan para aktivis. Dari indikasi pembangunan di Kabupaten Gorontalo, semuanya bagus, bahkan kata Bupati, 60 persen gemilang artinya melampaui target.
Kemudian yang capai target 35 persen, sedangkan yang tidak capai target hanya 5 persen. Angka-angka yang disampaikan Nelson pada acara dialog publik yang berlangsung di rumah Ishak Liputo itu menunjukkan kalau Nelson memang layak menjadi Gubernur. Betapa tidak, Kabupaten Gorontalo adalah Kabupaten terbesar, baik dari segi wilayah maupun dari segi penduduk. Kalau bisa berhasil memimpin Kabgor, maka tak sulit memimpin Provinsi Gorontalo.
Lihat saja dari segi investasi, ketika pertama menjabat Bupati Gorontalo, investasi yang masuk Kabgor hanya Rp150 M dan sekarang sudah mencapai kurang lebih Rp3 T. Dan APBD pun naik menjadi Rp2,5 T. Karena Pemerintah kekurangan dana, maka rakyat di dorong untuk memanfaatkan dana dari perbankan lewat program KUR sebesar Rp5 T lebih. Nah, pada tahun ini, ada sekitar Tp15 T dana yang yang beredar di Kabgor, termasuk dana investasi dan dana pemerintah. Demikian pula dengan pendapatan per kapita dari 29 juta per tahun naik jadi 34 juta per tahun. Pertumbuhan ekonomi juga naik meskipun tidak besar, tetapi cukup merata, itu cukup bagus dari pada kenaikannya tinggi, tetapi tidak merata di masyarakat.
Prestasi pemerintah Kabupaten Gorontalo dibawah kepemimpinan Bupati Nelson Pomalingo pada periode pertama sangat dirasakan masyarakat. Berbagai terobosan dan capaian program RPJMD diwujudkan pada periode pertama. Sebut saja sektor kesehatan, Kabupaten Gorontalo menjadi pilot project penurunan stunting. Kemiskinan demikian juga mengalami penurunan dimana tahun 2016 diangka 21 persen turun menjadi 17 persen, termasuk sektor pertanian serta kenaikan IPM, investasi dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Kini pada periode kedua, Nelson yang didampingi wakil Bupati Hendra Hemeto membangun 2 kali lebih baik dengan sejumlah program prioritas dari berbagai sektor sebagai lanjutan periode pertama. (awal-46)











